Aplikasi ASN No Radikal, Solusi Pemerintah Hadapi ASN yang Terpapar Radikalisme

0
481

BincangSyariah.Com – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Agama, Kepala BNPT, Kepala BKN serta Kepala daerah lainnya meluncurkan aplikasi ASN No Radikal. Tujuan aplikasi ini diluncurkan adalah untuk memerangi paham radikalisme di lingkup Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Aplikasi tersebut merupakan pengembangan dari portal aduanasn.id. Aduan Aparatur Sipil Negara (ASN) adalah fasilitas pengaduan ASN atas dugaan-dugaan pelanggaran yang berupa radikalisme negatif, meliputi sikap intoleran, anti-pancasila, anti-NKRI, dan perilaku yang menyebabkan disintegrasi bangsa.

Semua orang berhak untuk menyampaikan pengaduan ASN dengan cara mendaftarkan diri, mengunggah tautan (link) serta screenshot situs atau konten milik seorang ASN yang dicurigai terpapar paham radikalisme di situs tersebut. Kemudian, hasil aduan tadi akan dipantau dan ditangani oleh Tim Aduan ASN.

Aplikasi tersebut adalah sebuah terobosan, inovasi berbasis IT, yang diharapkan bisa memudahkan penanganan radikalisme. Aplikasi akan connect dengan daerah, berhubungan dengan BNPT, Kementerian Agama, dengan BKN dengan KASN, Kominfo khususnya dan badan cyber serta khususnya yang paling memonitor adalah dari intelijen bisa BIN bisa intelijen kejaksaan dan lain sebagainya.

Saat launching aplikasi ASN No Radikal, Menteri PANRB Tjahjo Kumolo dalam Webinar bertajuk “Strategi Menangkal Radikalisme Pada Aparatur Sipil Negara”, Rabu (2/9/2020) menyatakan, “Saya kira dalam rangka memudahkan mekanisme penanganan pengaduan ASN yang diduga terpapar radikalisme dan terorisme ini sudah hadir aplikasi ASN No Radikal.”

Aplikasi tersebut akan tersambung langsung Kementerian Agama, Kepala BNPT, Kepala BKN, Kominfo bahkan intelijen untuk mengawasi sekaligus menanganin kasus radikalisme di lingkup ASN.

Jika kedapatan ada ASN yang terpapar paham radikalisme, ASN tersebut akan dicopot dari jabatannya terlebih dahulu untuk dibina. Tapi, saat sudah dibina dan masih sulit lepas dari paham radikal, maka akan dijatuhi sanksi.

Baca Juga :  Tiga Hal yang Menjerumuskan ke Dalam Neraka Jahanam

Media sosial masih menjadi sarana paling efektif dalam menyebarkan radikalisme. Aplikasi ASN No Radikal diharapkan bisa memudahkan penanganan pengaduan terhadap ASN yang diduga terpapar paham radikal. Dalam rangka ikut mengontrol, ikut memonitor sehingga masalah-masalah yang berkaitan dengan radikalisme cepat selesai.[]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here