Apakah yang Ditinggalkan Nabi Pasti Dilarang? (Bagian 2 – Habis)

1
1272

BincangSyariah.Com – Selain dalil-dalil yang disebutkan dalam tulisan pada bagian satu (Enam Alasan Perbuatan yang Ditinggalkan Nabi Belum Tentu Haram), Sayyid Abdullah Al-Ghumari dalam Husnu al-Tafahhum wa al-Darki li mas’alati al-Tarki juga mendasari argumennya dengan dalil-dalil berikut ini:

Pertama, ada tiga hal yang menunjukkan keharaman suatu hal.

  1. Larangan

Seperti yang terdapat dalam surah Al-Isra ayat 32 “Janganlah kalian mendekati zina” dan surah Al-Baqarah ayat 188 “Janganlah sebagian dari kalian memakan harta sebagian yang lain dengan cara yang batil

  1. Penyebutan haram secara langsung

Seperti dalam surah Al-Maidah ayat 3 “Diharamkan bagi kalian (memakan) bangkai

  1. Celaan atas suatu perbuatan atau ancaman akan adanya siksa

Seperti dalam hadis yang diriwayatkan Imam Muslim bahwa Nabi Saw bersabda “Barangsiapa yang melakukan tipu daya maka dia bukan golongan kami

Dan meninggalkannya Nabi Saw atas suatu hal tidak termasuk dalam ketiga hal di atas. Maka meninggalkannya Nabi Saw (Tark) atas suatu hal tidak bisa dijadikan dalil atas keharaman hal tersebut.

Kedua, Allah Swt berfirman “Apa yang Rasul berikan pada kalian, maka terimalah. Dan apa yang Rasul larang bagi kalian, maka tinggalkanlah” (Al-Hasyr : 7). Allah Swt tidak mengatakan “Apa yang ditinggalkan Rasul, tingalkanlah” yang diperintahkan untuk ditinggalkan adalah apa yang dilarang oleh Rasul, bukan yang ditinggalkan.

Ketiga, dalam hadis yang diriwayatkan Imam Al-Bukhari disebutkan bahwa Nabi Saw bersabda “Apa yang aku perintahkan, maka lakukanlah semampunya. Dan apa yang aku larang, maka jauhilah” Nabi Saw tidak mengatakan “Apa yang aku tinggalkan, maka jauhilah” yang Nabi Saw perintahkan untuk menjauhinya adalah apa yang beliau larang, bukan yang beliau tinggalkan.

Baca Juga :  Hukum Laki-laki Memakai Anting, Bolehkah?

Masih banyak dalil yang dikemukakan oleh Sayyid Abdullah Al-Ghumari dalam mendasari argumennya yang menyatakan bahwa meninggalkannya Nabi Saw (Tark) atas suatu hal tidak bisa dijadikan dalil atas keharaman hal tersebut. Beliau mengatakan:

والترك وحده إن لم يصحبه نص على أن المتروك محظور لا يكون حجة في ذلك

Meninggalkannya Nabi Saw (Tark) atas suatu hal saja, -tanpa ada dalil yang menunjukkan bahwa hal tersebut dilarang,- tidak bisa dijadikan dalil atas keharaman

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here