Apakah Usaha Jasa Wajib Dizakati?

0
12

BincangSyariah.Com – Pembaca yang budiman, zakat adalah salah satu ibadah yang merupakan bagian daripada rukun Islam. Dalam praktiknya, ibadah zakat ini tidak melulu menunjukkan tingkat kehambaan kita kepada Allah SWT namun memiliki hikmah mendekatkan kita dengan sesama manusia. Hal ini bisa dipahami karena dengan berzakat, berarti kita memberikan kepedulian kita kepada orang-orang yang lebih membutuhkan. Begitu pentingnya zakat dalam pandangan syariat, sampai-sampai ayat yang mewajibkan zakat selalu bersanding dengan ayat kewajiban salat. Seperti dalam QS. Al-Baqarah [2]: 43:

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

Wa aqīmuṣ-ṣalāta wa ātuz-zakāta warka’ụ ma’ar-rāki’īn

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku'”

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, salah satu komoditas yang wajib dizakati ialah harta perniagaan atau tijaroh. Nishab dan besaran zakat yang dikeluarkan dalam perniagaan ini ialah sama atau sebanding dengan zakat kepemilikan emas dan perak, yakni 2,5%.

Dalam praktiknya di lapangan, secara ilmu ekonomi, perniagaan terbagi menjadi dua, yakni perdagangan barang dan usaha jasa. Untuk usaha perdagangan barang, sepertinya kita sudah paham bahwa hal itu memang masuk dalam harta yang wajib dizakati. Mengingat dalam hadis yang menjadi dalil kewajiban zakat perniagaan pun, Rasulullah SAW menjelaskannya dengan menyebutkan salah satu komoditas perdagangan barang, yakni:

فِي الْإِبِلِ صَدَقَتُهَا، وَفِي الْغَنَمِ صَدَقَتُهَا، وَفِي الْبَقَرِ صَدَقَتُهَا، وَفِي الْبَزِّ صَدَقَتُهُ

“Pada unta ada kewajiban zakat, pada kambing ada kewajiban zakat, pada sapi ada kewajiban zakat, dan pada pakaian / perkakas yang diperjualbelikan ada kewajiban zakat.”

Kata “al-bazz” pada hadits diatas lazim digunakan oleh bangsa Arab untuk menunjukkan pakaian atau perkakas lainnya yang diperjualbelikan.

Baca Juga :  Apakah Pertanian Umbi-Umbian ada Zakatnya?

Persoalan berikutnya ialah, apakah usaha wajib dizakati juga? Sebelum menjawab persoalan tersebut, terlebih dahulu izinkan penulis menjelaskan apakah yang dimaksud dengan usaha jasa.

Dalam bab muamalah, usaha jasa bisa kita sebut sebagai akad ijarah, yakni segala sesuatu kegiatan yang terjadi antara pegawai jasa dan pelanggan dalam mengatasi keperluan pelanggan. Aktivitas produksinya ialah produk yang tidak “berwujud” atau jasa yang memiliki tujuan untuk memperoleh sebuah keuntungan atau laba. Ada banyak sekali usaha jasa di sekitar kita, seperti usaha jasa transportasi, usaha jasa penyewaan gedung, sewa rumah/kontrakan, perhotelan, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, perbedaan antara perdagangan dan jasa ialah pada produknya. Bila perusahaan dagang yang diperniagakan adalah barang, maka pada usaha jasa yang diperniagakan ialah jasa atau layanannya. Pertanyaannya ialah apakah usaha jasa ini termasuk dalam kategori tijaroh yang wajib dizakati?

Untuk menjawab pertanyaan ini, bisa kita simak penjelasan Imam Taqiyuddin Al-Hushni, dalam kitab Kifayatul Akhyar (Damaskus: Dar al-Khair (1994), h. 174). Beliau menjelaskan bahwa seandainya seseorang menyewakan hartanya atau dirinya dengan maksud ketika memperoleh upah akan dijadikannya sebagai ‘ardh at-tijarah (komoditas dagangan), maka upah tersebut menjadi ‘ardlut tijarah (barang perniagaan),

وَلَوْ أَجَّرَ الشَّخْصُ مَالَهُ أَوْ نَفْسَهُ وَقَصَدَ بِاْلأُجْرَةِ إِذَا كَانَتْ عَرْضًا لِلتِّجَارَةِ تَصِيْرُ مَالَ تِجَارَةٍ لِأَنَّ اْلإِجَارَةَ مُعَاوَضَةٌ

“Seandainya seseorang menyewakan harta atau dirinya dengan maksud ketika memperoleh upah akan dijadikannya barang dagangan, maka upah tersebut menjadi harta dagangan. Sebab akad sewa merupakan mu‘awadhah (pertukaran).”

Dengan penjelasan diatas, bisa kita pahami bahwa usaha jasa atau ijaroh dengan berbagai variannya termasuk ke dalam tijaroh sehingga bila sudah mencapai nishab, maka wajib untuk dizakati.

Baca Juga :  Di Kondisi Ini Non-Muslim Wajib Mengeluarkan Zakat

Demikian penjelasan mengenai zakat usaha jasa ini, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bi shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here