Apakah Uban Non-Muslim Menjadi Cahaya di Hari Kiamat?

0
189

BincangSyariah.Com – Uban merupakan fenomena alamiah yang bisa menghinggapi siapa saja, dan itu tidak berhubungan dengan agama yang dianutnya. Disebutkan bahwa uban orang muslim akan menjadi cahaya kelak di hari kiamat, karenanya dimakruhkan untuk dicabut. Namun bagaimana dengan uban non-muslim, apakah juga menjadi cahaya di hari kiamat?

Jika melihat dari berbagai riwayat, keistimewaan uban akan menjadi cahaya di hari kiamat hanya ditujukan kepada orang muslim. Meski orang muslim dan non-muslim sama-sama bisa beruban, namun keistimewaan uban akan menjadi cahaya hanya dimiliki orang muslim, sementara non-muslim dikecualikan dari keistimewaan ini.

Ini misalnya disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Daud dan Tirmidzi bahwa Nabi saw bersabda;

لا تنتفوا الشيب فانه نور المسلم يوم القيامة

Janganlah kalian mencabut uban karena ia merupakan cahaya orang Muslim di hari kiamat.

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Al-Baihaqi dari Abdullah bin Umar, beliau berkata bahwa Nabi Saw pernah bersabda;

الشيب نور المؤمن لا يشيب رجل شيبة في الإسلام إلا كانت له بكل شيبة حسنة و رفع بها درجة

Uban adalah cahaya bagi seorang mukmin. Tidaklah seseorang beruban dalam Islam melainkan setiap ubannya akan dihitung sebagai suatu kebaikan dan akan meninggikan derajatnya.

Dalam hadis riwayat Ibnu Hibban dari Abu Hurairah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

لا تنتفوا الشيب فإنه نور يوم القيامة ومن شاب شيبة في الإسلام كتب له بها حسنة وحط عنه بها خطيئة ورفع له بها درجة

Janganlah mencabut uban karena uban adalah cahaya pada hari kiamat nanti. Siapa saja yang beruban dalam Islam walaupun sehelai, maka dengan uban itu akan dicatat baginya satu kebaikan, dengan uban itu akan dihapuskan satu kesalahan, juga dengannya akan ditinggikan satu derajat.

Baca Juga :  Hukum Mengantarkan Non-Muslim untuk Merayakan Natal ke Gereja

Dari ketiga riwayat hadis di atas, keistimewaan uban yang akan menjadi cahaya di hari kiamat dikaitkan dengan status keislaman seseorang. Sehingga non-muslim yang beruban dengan sendirinya tidak mendapat keistimewaan uban, sebagaimana disebutkan dalam hadis di atas.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here