Apakah Status Seseorang yang Bunuh Diri Otomatis Menjadi Musyrik?

0
402

BincangSyariah.Com – Nyawa manusia dan seluruh raga dan jiwanya adalah milik Allah yang diamanatkan kepada masing-masing manusia. Kita tidak dapat menjualnya karena bukan milik kita. Nyawa pun tidak boleh dipisahkan dari badan kecuali atas izin-Nya. Karena itu, Islam melarang hambanya melakukan bunuh diri.

Menyangkut seseorang yang bunuh diri, Allah berfirman dalam sebuah hadis qudsi bahwa Dia akan mengharamkan surga baginya. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis berikut ini

إِنَّ رَجُلاً مِمَّنْ كَانَ قَبْلَكُمْ خَرَجَتْ بِهِ قَرْحَةٌ، فَلَمَّا آذَتْهُ انْتَزَعَ سَهْمًا مِنْ كِنَانَتِهِ فَنَكَأَهَا فَلَمْ يَرْقَإِ الدَّمُ حَتَّى مَاتَ. قَالَ رَبُّكُمْ: قَدْ حَرَّمْتُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ

“Dulu dalam umat sebelum kalian, ada seorang lelaki yang mempunyai bisul bernanah. Ketika bisul itu membuatnya tersiksa, dia pun mengambil anak panah dari tempatnya dan melukai tempat bisulnya itu. Maka darahnya terus mengalir dan ketika darahnya habis, dia pun mati. Maka Tuhanmu berfirman, “Aku telah mengharamkan surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Pengharaman surga atas dirinya, menurut Imam Nawawi dalam Syarah Shahih Muslim, karena dengan bunuh diri berarti ia telah mendahului takdir Allah Swt. Lalu bagaimana status orang yang bunuh diri, apakah ia otomatis menjadi musyrik?

Terkait status orang yang bunuh diri, menurut Quraish Shihab dalam Fatwa-fatwa Seputar Masalah Agama, jika yang bersangkutan hingga akhir hayatnya tetap mengucapkan dua kalimat syahadat maka dia tetap diperlakukan sebagai Muslim, dishalati dan dimakamkan. Dia bukan kafir dalam istilah hukum bukan pula musyrik, tapi dia dinamakan muslim yang ‘ashin (durhaka).

Sehingga mendoakannya pun, jelas pengarang tafsir Misbah tersebut, tidak terlarang. Karena yang terlarang didoakan setelah kematiannya hanyalah orang musyrik atau orang yang mempersekutukan Allah Swt. Sedangkan orang yang membunuh dirinya sendiri, tidak mengakibatkan kemusyrikan.

Baca Juga :  Kondisi Orang Beriman dan Tidak Beriman saat Sakaratul Maut

Meski tidak tergolong musyrik, ia akan diganjar sesuai perbuatannya. Adapun ganjaran bagi seseorang yang membunuh dirinya sendiri telah Rasulullah uraikan dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh dari Abu Hurairah ra berikut

مَنْ تَرَدَّى مِنْ جَبَلٍ فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَهُوَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ يَتَرَدَّى فِيْهِ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا، وَمَنْ تَحَسَّى سُمًّا فَقَتَلَ نَفْسَهُ فَسُمُّهُ فِىْ يَدِهِ يَتَحَسَّاهُ فِىْ نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا، وَمَنْ قَتَلَ نَفْسَهُ بِحَدِيْدَةٍ فَحَدِيْدَتُهُ فِىْ يَدِهِ يَجَأُ بِهَا فِىْ بَطْنِهِ فِى نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدًا مُخَلَّدًا فِيْهَا أَبَدًا

Barang siapa menjatuhkan dirinya dari atas gunung sehingga dia mati, maka kelak di neraka Jahanam dia akan menjatuhkan dirinya selama-lamanya. Barang siapa yang menghirup racun sehingga dia mati, maka kelak di neraka Jahanam racun itu akan ada di tangannya dan dia akan menghirupnya untuk selama-lamanya. Dan barang siapa yang membunuh dirinya dengan besi, maka kelak di neraka Jahannam besi itu akan ada di tangannya dan dia akan menusuk-nusukkannya ke perutnya untuk selama-lamanya.” (HR. Bukhari).

Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here