Apakah Pemberian Harus Dibelanjakan Sesuai Keinginan Pemberi?

1
812

BincangSyariah.Com – Ketika para santri hendak kembali ke pondok, para kerabat dan tetangga biasanya memberikan bekal berupa uang. Karena uang ini dianggap terlalu sedikit dan tak seberapa, kadang pemberi mengucapkan, ‘Ini buat bekal untuk beli es, ini buat beli permen, dan lain sebagainya. Dengan demikian, apakah pemberian uang tersebut harus dibelanjakan sesuai keinginan pemberi, dan tak boleh dibelanjakan pada sesuat yang lain?

Pada dasarnya, ketika seseorang memberikan uang dan ia berpesan agar dibelanjakan untuk barang tertentu, maka penerima wajib membelanjakan sesuai keinginan pemberi. Penerima tidak boleh membelanjakan uang tersebut untuk sesuatu yang lain. Misalnya, Ahmad memberikan uang pada Budi agar digunakan untuk membeli es, maka Budi wajib menggunakan uang tersebut untuk membeli es, bukan yang lain. (Baca: Mengapa Kita Berdoa, Tapi Allah Tidak Selalu Langsung Memberi?)

Hal ini jika pemberi memang bermaksud agar uang tersebut digunakan untuk membeli sesuatu yang diucapkan. Namun jika ucapan pemberi hanya sekedar basa-basi saja, maka penerima boleh menggunakan uang tersebut untuk membeli apa saja, meski bukan sesuatu yang diucapkan oleh pemberi.

Misalnya, Ahmad memberikan uang pada Budi agar digunakan untuk membeli es, namun Ahmad mengucapkan hal itu hanya sekedar basa-basi saja, maka Budi tidak wajib menggunakan uang tersebut untuk membeli es. Ia boleh menggunakan uang tersebut untuk membeli apa saja selain es.

Hal ini sebagaimana disebutkan kitab Hasyiatal Qalyubi wa ‘Umairah berikut;

مَتَى حَلَّ لَهُ الْأَخْذُ وَأَعْطَاهُ لِأَجْلِ صِفَةٍ مُعَيَّنَةٍ لَمْ يَجُزْ لَهُ صَرْفُ مَا أَخَذَهُ فِي غَيْرِهَا فَلَوْ أَعْطَاهُ دِرْهَمًا لِيَأْخُذَ بِهِ رَغِيفًا لَمْ يَجُزْ لَهُ صَرْفُهُ فِي إدَامٍ مَثَلًا أَوْ أَعْطَاهُ رَغِيفًا لِيَأْكُلَهُ لَمْ يَجُزْ بَيْعُهُ وَلَا التَّصَدُّقُ بِهِ وَهَكَذَا إلَّا إنْ ظَهَرَتْ قَرِينَةٌ بِأَنْ ذَكَرَ الصِّفَةَ لِنَحْوِ تَجَمُّلٍ كَقَوْلِهِ لِتَشْرَبَ بِهِ قَهْوَةً مَثَلًا فَيَجُوزُ صَرْفُهُ فِيمَا شَاءَ

Ketika seseorang halal mengambil pemberian, dan pemberi memberikan agar dibelanjakan pada sesuatu tertentu, maka tidak boleh baginya menggunakan pemberian tersebut untuk sesuatu yang lain. Misalnya, pemberi memberikan uang agar digunakan untuk membeli roti, maka dia tidak boleh menggunakannya untuk membeli lauk pauk.

Atau pemberi memberikan roti untuk dimakan, maka dia tidak boleh menjualnya atau mensedekahkan pada orang lain. Kecuali ada bukti lain bahwa pemberi mengucapkan hal itu hanya sekedar tajammul atau basa-basi, seperti ucapan ‘ini uang untuk beli kopi’, maka penerima boleh menggunakan pemberian tersebut untuk membeli apa saja.

100%

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here