Apakah Orang yang Setengah Gila Tetap Wajib Shalat ?

0
501

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat seseorang dikenai kewajiban melaksanakan shalat fardu adalah mukalaf, yaitu baligh dan berakal. Adapun seseorang yang belum balig, atau gila, maka dia tidak wajib melaksanakan shalat fardu. Namun bagaimana dengan seseorang yang setengah gila atau dungu, akalnya tidak normal, apakah dia wajib melaksanakan shalat?

Dalam fikih, orang yang setengah gila (dungu) disebut dengan al-Mu’tawih, sementara orang gila disebut al-Junun. Baik orang yang setengah gila maupun orang gila sama-sama tidak wajib melaksanakan shalat fardu, atau ibadah-ibadah wajib lainnya. Para ulama menyamakan orang yang setengah gila (al-Mu’tawih) dengan orang yang gila (al-Junun).

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab al-Fiqhul Islami wa Adillatuhu berikut;

المعتوه: هو من كان قليل الفهم، مختلط الكلام، فاسد التدبير لاضطراب عقله، سواء من أصل الخلقة، أو لمرض طارئ. فإن كان العته شديداً، والمعتوه غير مميز، فهو كالمجنون والصغير غير المميز، تكون تصرفاته كلها باطلة. وقد ألحقت كتب الفقهاء العته بالجنون

“Al-Mu’tawih adalah orang yang lemah pemahamannya, kata-katanya kacau, kontrol dirinya rusak karena akalnya kacau, baik dari sejak lahir atau karena sakit yang muncul kemudian. Jika dungunya parah, dan dia belum tamyiz, maka dia sama dengan orang gila dan anak kecil yang belum tamyiz, semua perbuatannya dinilai batal. Kitab-kitab fiqih menyamakan keduanguan dengan gila.”

Selain itu, terdapat sebuah hadis yang menyebutkan bahwa orang yang setengah gila atau dungu tidak dikenai taklif atau kewajiban melaksanakan perintah syariat. Dan jika dia melakukan larangan syariat, maka dia tidak mendapatkan dosa dan hukuman. Hadis dimaksud diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Sayidah Aisyah, dia berkata bahwa Nabi Saw bersabda;

رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلَاثَةٍ: عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ، وَعَنِ النَّائِمِ حَتَّى يَسْتَيْقِظَ، وَعَنِ الْمَعْتُوهِ حَتَّى يَعْقِلَ

Baca Juga :  Cara Jitu Untuk Mudah Bersyukur

“Catatan amal diangkat dari tiga orang; dari anak kecil sampai ihtilam atau baligh, dari orang tidur sampai bangun, dan dari orang dungu (setengah gila) sampai berakal sempurna.”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here