Apakah Nikah Siri Mewajibkan Suami Memberikan Nafkah Pada Istrinya?

2
7658

BincangSyariah.Com – Di Indonesia, yang dimaksud nikah siri adalah suatu pernikahan yang dilakukan oleh seseorang dengan adanya wali, memenuhi rukun dan syarat nikah namun tidak didaftarkan di Kantor Urusan Agama (KUA) dengan persetujuan kedua belah pihak. Di sebagian daerah, selama suami dan istri menjalani nikah siri, maka keduanya tidak boleh serumah dan tidur bersama. Dalam Islam, apakah nikah siri mewajibkan suami memberikan nafkah pada istrinya?

Dalam Islam, kewajiban suami memberikan nafkah pada istri tidak ditentukan oleh jenis pernikahannya, apakah siri atau tidak, belum didaftarkan ke KUA atau sudah didaftarkan. Namun kewajiban suami memberikan nafkah pada istri ditentukan oleh dukhul atau suami telah berhubungan dengan istrinya atau belum. Jika suami telah melakukan dukhul, meskipun masih dalam status nikah siri, maka dia wajib memberikan nafkah pada istrinya.

Sebaliknya, jika suami belum dukhul atau tidak memungkinkan untuk dukhul karena masih belum hidup serumah, maka dia tidak wajib memberikan nafkah pada istrinya. Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab al-Majmu berikut;

لا تجب النفقة إلا إذا سلمت المرأة نفسها إلى زوجها، وتمكَّن من الاستمتاع بها، ونقلها إلى حيث يريد، وكانا من أهل الاستمتاع. أي لا تجب بمجرد العقد، لسقوطها بالنشوز، وإنما تجب باجتماع العقد والتمكين، ورسول الله صلى الله عليه وسلّم تزوج عائشة ودخل بعد سنتين، فما أنفق عليها حتى دخلت عليه،

“Tidak wajib memberikan nafkah kecuali si istri telah menyerahkan dirinya pada suaminya dan memungkinkan suaminya untuk bersenang-senang dengan dirinya, serta memungkinkan suami untuk membawa istrinya kemana dia mau, juga keduanya sudah bisa bersenang-senang. Artinya, nafkah tidak wajib hanya dengan melakukan akad saja, karena nafkah bisa gugur dengan adanya pembangkangan dari istri. Ia wajib dengan adanya akad dan adanya kemungkinan keduanya untuk bersenang-senang. Rasulullah Saw menikahi Aisyah dan dukhul setelah dua tahun berikutnya. Beliau tidak memberikan nafkah pada Aisyah hingga beliau dukhul dengannya.”

Baca Juga :  Hukum Jual-Beli Anjing

2 KOMENTAR

  1. Aslamualaikum. Saya mau mmprtanyakan dngn crta prbdi sndri..saya mnkah siri dngn seorang pria yg udh pnya istri …da prnkhan itu tidak d ketahui istrinya..istrinya tidak mnerima nya ttap sruh mmlih antara saya ataw dia,ttpi pria itu ttp hubungi sya tp tidak mau brsha dpt izin dr istrinya..apkh sya hrus mmprthankn semua ini…krna saya juga ingin dpt izin dri istrinya mnrma saya juga bhwa istri srihnya,seolah pria tu gmau khlingan kita ..

  2. Aslamualaikum. Saya mau mmprtanyakan dngn crta prbdi sndri..saya mnkah siri dngn seorang pria yg udh pnya istri …da prnkhan itu tidak d ketahui istrinya..istrinya tidak mnerima nya ttap sruh mmlih antara saya ataw dia,ttpi pria itu ttp hubungi sya tp tidak mau brsha dpt izin dr istrinya..apkh sya hrus mmprthankn semua ini…krna saya juga ingin dpt izin dri istrinya mnrma saya juga bhwa istri srihnya,seolah pria tu gmau khlingan kita ..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here