Apakah Mualaf Wajib Mengqadha’ Ibadah Terdahulu?

0
503

BincangSyariah.Com – Ibadah akan diterima oleh Allah bila memenuhi persyaratannya, salah satunya adalah Islam. Bagaimana Islam memberi solusi kepada orang nonmuslim yang masuk Islam, apakah ia wajib mengqadha’ ibadahnya seperti salat, zakat, puasa, dan lainnya?

Dalam hal ini Imam Suyuthi dalam kitab al-Hawi Lil Fatawa mengutip pendapat Imam Nawawi dalam Syarah Muhadzab menjelaskan bahwa orang nonmuslim yang asli tidak wajib menjalankan salat, puasa, zakat dan sebagainya, maksudnya tak ada tuntutan menjalankannya di dunia, maka ketika ia masuk Islam tak wajib mengqadha’ ibadahnya tatkala ia masih belum Islam.

Di dalam Alquran dijelaskan:

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوا إِن يَنتَهُوا يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ الْأَوَّلِينَ (38)

Artinya: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: “Jika mereka berhenti (dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah terhadap) orang-orang dahulu”.

Menurut Imam Thabari dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat ini merupakan pernyataan bahwa orang nonmuslim yang sudah tobat, meninggalkan kemusyrikan (menyekutukan Allah) serta tak memerangi orang Islam, maka Allah akan mengampuni dosa yang telah dilakukan.

Tapi bagaimana hukumnya bila ia mau mengqadha’nya ibadahnya? Hal ini sesuai hadis yang diriwayatkan oleh Umar bin Khattab yang berbunyi:

عن ابن عمر أن عمر قال يا رسول الله إني نذرت في الجاهلية أن أعتكف ليلة في المسجد الحرام قال فأوف بنذرك . رواه مسلم.

Artinya: Diriwayatkan oleh Ibnu Umar, dari Umar bi Khattab berkata: “Wahai Rasulallah, sesungguhnya aku bernazar untuk beri’tikaf di Masjidil Haram pada suatu malam pada masa Jahiliyah. Nabi menjawab:”Maka tepati nazarmu” (H.R Muslim).

Imam Nawawi dalam Syarah Muslim menegaskan bahwa orang yang berpendapat bahwa nazarnya orang nonmuslim tak sah, itu hanya berpatokan kepada hadis yang menghukumi sunnah tentang nazarnya. Dan hadis di atas sebagai dalil bahwa orang nonmuslim sunnah untuk menjalankan nazarnya setelah ia masuk Islam.



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here