Apakah Menyentuh Testis Membatalkan Wudhu?

0
35

BincangSyariah.Com – Di antara hal yang dianggap kemaluan adalah pelir atau juga disebut dengan testis. Oleh karena itu, kebanyakan orang beranggapan bahwa menyentuh pelir atau testis ini membatalkan wudhu, sebagaimana menyentuh zakar. Namun benarkah menyentuh testis atau pelir membatalkan wudhu?

Menurut para ulama, testis atau pelir tidak termasuk bagian zakar yang membatalkan wudhu. Yang membatalkan wudhu adalah menyentuh batang zakar terhitung mulai dari bagian pangkal zakar hingga ujungnya. Adapun pelir atau testis tidak termasuk bagian zakar yang bisa membatalkan wudhu.

Oleh karena itu, jika seseorang menyentuh testis atau pelir, baik testis milik sendiri atau orang lain, menyentuh dengan telapak tangan atau dengan anggota tubuh lainnya, maka wudhunya tidak batal.

Ini sebagaimana dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

قَالَ أَصْحَابُنَا: لَا يَنْقُضُ مَسُّ الْأُنْثَيَيْنِ وَشَعْرِ الْعَانَةِ مِنْ الرَّجُلِ والمرأة، ولا موضع الشعر، ولا ما بين القبل والدبر، ولا ما بين الْأَلْيَيْنِ إِنَّمَا يَنْقُضُ نَفْسُ الذَّكَرِ وَحَلْقَةُ الدُّبُرِ وملتقى شفري المرأة

Ulama Syafiiyah berkata; Menyentuh dua buah pelir tidak membatalkan wudhu, begitu juga tidak membatalkan wudhu menyentuh rambut kemaluan, baik dari laki-laki dan perempuan, juga menyentuh tempat tumbuhnya bulu kemaluan, tempat antara kubul dan dubur, dan tempat di antara dua pantat. Yang membatalkan wudhu adalah menyentuh batang zakar, lingkaran dubur, dua tepi kemaluan perempuan.

Dalam kitab Kasyifatus Saja juga disebutkan sebagai berikut;

و هو فى الرجل جميع نفس القضيب او محل قطعه لا ماتنبت عليه العانة و البيضتان و ما بين القبل و الدبر

Yang dimaksud kubul bagi laki-laki adalah semua batang zakar atau tempat terpotongnya, bukan tempat yang ditumbuhi bulu kemaluan, dua buah pelir, dan tempat antara kubul dan dubur.

Dalam kitab Al-Mughni, Ibnu Qudamah juga mengatakan bahwa menurut kebanyakan para ulama, menyentuh pelir atau testis tidak membatalkan wudhu. Beliau berkata sebagai berikut;

ولا ينقض الوضوء بمس ما عدا الفرجين، من سائر البدن كالرفغ والأنثيين، والإبط، في قول عامة أهل العلم

Wudhu tidak batal dengan menyentuh selain dua kemaluan, dari semua anggota tubuh mulai dari dua buah pelir dan ketiak, menurut kebanyakan ulama.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here