Apakah Memakai Obat Kumur Bisa Batalkan Puasa?

0
1082

BincangSyariah.Com – Berkumur pada saat puasa itu pada dasarnya tidak membatalkan puasa. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Mawardi dalam al-Hawi al-Kabir sebagaimana berikut.

مَنْ أَرَادَ الْمَضْمَضَةَ، وَالِاسْتِنْشَاقَ فِي صَوْمِهِ، فَالْأَوْلَى لَهُ أَنْ يَرْفُقَ وَلَا يُبَالِغَ لِأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ – صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم َ – أَمَرَ لَقِيطًا بِذَلِكَ.

Orang yang mau berkumur dan menyodot air ke dalam hidung (istinsyaq) saat sedang berpuasa itu sebaiknya dilakukan dengan cara pelan-pelan, tidak berlebihan, karena Rasulullah saw. juga pernah menyuruh sahabat Laqit bin Shabrah melakukan dua hal tersebut saat ia berpuasa.

Ketidakbolehan melakukan kumur dan istinsyaq secara berlebihan itu karena dikhawatirkan air masuk ke dalam tenggorokan yang dapat menyebabkan puasa batal. Namun terkait menggunakan obat kumur, seperti Listerin, itu sebaiknya tidak dilakukan saat sedang puasa, karena bekas kumur dengan Listerin itu sangat terasa di lidah dan tenggorokan bila tertelan. Syekh Abu Bakar Syatha dalam I’anatut Thalibin berpendapat demikian.

لو بقي طعام بين أسنانه فجرى به ريقه بطبعه لا بقصده: لم يفطر إن عجز عن تمييزه ومجه، وإن ترك التخلل ليلا مع علمه ببقائه وبجريان ريقه به نهارا، لانه إنما يخاطب بهما إن قدر عليهما حال الصوم، لكن يتأكد التخلل بعد التسحر. 

Jika makanan masih tersisa di antara sela-sela gigi orang yang berpuasa, kemudian sisa makanan itu mengalir bersama ludah (ke dalam tenggorokan) dengan sendirinya, bukan karena disengaja, maka puasa itu tidak batal jika memang ia tidak mampu melepehkannya, walaupun ketika malam memang ia tidak membersihkan giginya padahal ia tahu sisa makanan masih ada, dan baru tertelan pada siang hari. Hal ini karena ia diperintah melepehkan dan membersihkan gigi itu bila memungkinkan dilakukan saat puasa. Walaupun demikian, membersihkan makanan di sela-sela gigi itu disunahkan juga setelah sahur.  

أما إذا لم يعجز أو ابتلعه قصدا: فإنه مفطر جزما

Baca Juga :  Ini Teks Khutbah Nabi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Apabila orang yang berpuasa itu sebenarnya mampu melepehkan atau malah sengaja menelan bekas makanan itu memastikan kebatalan puasa.

Dari uraian di atas dapat dipahami bahwa berkumur dengan obat kumur yang memiliki rasa yang sangat kuat seperti Listerine itu sebaiknya dilakukan jauh sebelum imsak. Misalnya, setengah jam sebelum imsak. Hal ini untuk menghindari cairan tersebut tertelan. Apalagi kekuatan Listerine bisa tahan hingga dua belas jam ke depan. Oleh karena itu, selama beraktivitas pun mulut kita masih terasa segar. Bila berkumur dengan Listerine, dan bekas kumuran itu masih terasa kemudian sengaja ditelan bersamaan dengan ludah, maka puasa itu bisa batal. Wallahu a’lam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here