Apakah Melihat ke Langit Ketika Berdoa Dianjurkan?

0
2408

BincangSyariah.Com – Berdoa adalah senjata orang mukmin dalam hal apapun. Senjata agar dimudahkan urusan, agar dihindarkan dari marabahaya dan lain sebagainya. Bahkan Allah Swt. sendiri yang meminta orang mukmin untuk terus berdoa dan meminta kepada Nya (Q.S. Ghafir: 60). Lalu, bagaimana hukumnya orang yang berdoa sambil melihat ke langit? Bolehkah berdoa seperti itu?

Melihat ke langit ketika berdoa hukumnya adalah boleh menurut syariat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Maimunah r.a., ia berkata

مَا خَرَجَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وآله وَسَلَّمَ مِنْ بَيْتِي قَطُّ إِلَّا رَفَعَ بَصَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ: «اللهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَضِلَّ أَوْ أُضَلَّ، أَوْ أَزِلَّ أَوْ أُزَلَّ، أَوْ أَجْهَلَ أَوْ يُجْهَلَ عَلِيَّ، أَوْ أَظْلِمَ أَوْ أُظْلَمَ» أخرجه الطبراني في “المعجم الكبير”

Rasulullah saw. tidak keluar dari rumahku sama sekali. Kecuali ia mengarahkan pandangannya ke langit seraya berdoa: “Allahumma Inni A’udzu bika An Udhilla au udhalla. Au uzilla au uzala. Au ajhala au yujhala alayya. Au udzlima au udzlama.”(Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari berbuat sesat atau disesatkan, dari tergelincir atau digelincirkan, dari kebodohan atau dibodohi, dari berbuat zalim atau dizalimi). (HR. At-Thabrani)

Terdapat pula riwayat lain dari Uqbah bin Amir Al-Juhani r.a. Ia berkata, Umar bin Al-Khattab r.a. pernah mengatakan kepadaku bahwa Rasulullah saw. bersabda: “

«مَنْ تَوَضَّأَ فَأَحْسَنَ الْوُضُوءَ، ثُمَّ رَفَعَ بَصَرَهُ إِلَى السَّمَاءِ فَقَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، فُتِحَتْ لَهُ ثَمَانِيَةُ أَبْوَابٍ مِنَ الْجَنَّةِ يَدْخُلُ مِنَ أَيِّهَا شَاءَ» أخرجه النسائي في “السنن الكبرى”.

“Siapa yang berwudu, maka hendaknya memperbaiki wudunya. Lalu mengarahkan pandangannya ke langit. Dan berkata: “Asyhadu An La Ilaha Illa Allah. Wahdahu La Syarikalahu. Wa Asyhadu Anna Muhammadan Abduhu Warasuluhu, (Saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Satu-satuNya, tidak ada sekutu bagiNya. Dan saya bersaksi bahwa Muhammad hambaNya dan utusanNya). Maka dibukakan untuknya delapan pintu surga, yang ia berhak masuk dari pintu mana saja yang ia mau.” (HR. An-Nasa’i).

Baca Juga :  Menghitung Potensi Zakat dan Wakaf di Indonesia

Dengan demikian, berdoa dengan melihat ke langit hukumnya adalah boleh berdasarkan riwayat Maimunah dan Uqbah bin Amir tersebut. Bahwa Rasulullah saw. pernah berdoa seperti itu, dan menyuruh umatnya juga berdoa dengan melihat ke langit setelah berwudu. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here