Apakah Mayat Bisa Mendengarkan Salam Orang yang Mengunjunginya?

0
6664

BincangSyariah.Com – Salah satu adab ketika umat Muslim melewati atau mengunjungi kuburan saudaranya yang Muslim adalah mengucapkan salam dan mendoakannya. Lalu apakah mayat bisa mendengarkan salam orang yang mengunjunginya?

Terkait adab memberikan salam di kuburan, memang terdapat riwayat dari Buraidah r.a.

كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ يُعَلِّمُهُمْ إِذَا خَرَجُوا إِلَى الْمَقَابِرِ، فَكَانَ قَائِلُهُمْ يَقُولُ: السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ لَلَاحِقُونَ، أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ”  رواه مسلم.

Rasulullah saw. telah mengajarkan kepada mereka (umat Muslim) ketika mereka keluar menuju ke kuburan. (Salah satu) dari mereka ada yang mengucapkan, “Assalamualaikum Ahlad diyaar minal mukminiin wal muslimiin, wa innaa insyaa Allahu lalaahiquun. As’aluallaha lanaa wa lakumul ‘aafiyah.” (Salam untuk kalian wahai penghuni rumah (kuburan) baik dari orang-orang mukmin maupun orang-orang muslim. Dan sungguh jika Allah menghendaki kita akan bertemu. Aku mohon kepada Allah kesejahteraan untuk kita dan kalian). (H.R. Muslim)

Selain itu, Abu Hurairah r.a. juga meriwayatkan hadis bahwa mayat di dalam kuburan itu sejatinya masih mampu mendengar salam dari orang yang masih hidup. Rasulullah saw. bersabda:

مَا مِنْ رَجُلٍ يَمُرُّ بِقَبْرِ رَجُلٍ كَانَ يَعْرِفُهُ فِي الدُّنْيَا، فَيُسَلِّمُ عَلَيْهِ، إِلَّا عَرَفَهُ وَرَدَّ عَلَيْهِ. رواه البيهقي والخطيب البغدادي.

Tidaklah seseorang melewati kuburan seseorang lainnya yang ia kenal di dunia, lalu ia mengucapkan salam padanya, kecuali ia (yang ada di dalam kuburan) mengetahuinya dan membalas salam kepadanya. (H.R. Tamam, Al-Baihaqi dan Al-Khatib Al-Baghdadi).

Di dalam shahih Al-Bukhari dan Muslim pun terdapat riwayat yang juga menjelaskan bahwa orang yang sudah meninggal dunia itu masih mampu mendengar. Riwayat tersebut adalah suatu saat Nabi saw. menyuruh meletakkan mayat-mayat orang musyrikin korban perang Badar di satu lubang. Kemudian Nabi saw. mendatangi serta berdiri di tepi lubang tersebut. Lalu beliau memanggil seorang demi seorang nama-nama mayat tersebut.

Baca Juga :  Hukum Mengubur Jenazah Beserta dengan Petinya

«يَا فُلانُ بْنَ فُلانٍ، وَيَا فُلانُ بْنَ فُلانٍ، هَلْ وَجَدْتُمْ مَا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا؟ فَإنَّي وَجَدت ما وعدني ربي حقًّا»

“Wahai Fulan bin fulan, wahai fulan bin fulan. Apakah kamu mendapatkan janji Tuhanmu benar?”” Maka sungguh telah aku dapati bahwa janji Tuhanku adalah benar.”

Melihat Nabi saw. berbicara dengan mayat, Umar pun memberikan komentar. “Wahai Rasulullah, apakah engkau benar-benar berbicara dengan mayat-mayat yang telah mulai menjadi bangkai?”

Nabi saw. menjawab.

والَّذِي بَعَثَنِي بِالحَقِّ مَا أَنتُمْ بِأَسْمَع لِمَا أَقُولُ مِنهُم، وَلَكِنَّهُم لَا يَستَطِيعُونَ جَوابًا

“Demi Zat yang mengutus aku sebagai rasul dengan kebenaran. Tidaklah kalian lebih mendengar apa yang aku bicarakan dari mereka ini. Tetapi mereka tidak mampu menjawabnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Oleh karena itu, maka disunahkan bagi seorang muslim untuk berziarah kubur serta mengucapkan salam kepada para ahli kubur. Sungguh berdasarkan hadis di atas mereka yang berada di dalam kubur sejatinya mengetahui salam yang diucapkan kepadanya serta mereka pun dapat menjawabnya di alam sana.

Imam An-Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarah Muhadzab berkata

قال أصحابنا رحمهم الله: ويستحب للزائر أن يدنو من قبر المزور بقدر ما كان يدنو من صاحبه لو كان حيًّا

“Ulama kami rahimahumullah berkata,” Disunahkan bagi orang yang berziarah kubur untuk mendekati kuburannya orang yang akan diziarahi sebagaimana ia mendekati sahabatnya yang masih hidup.”

Berkaitan dengan mayat dapat mendengar di alam sana, Imam Ibnu Taimiyyah pun pernah ditanya tentang hal ini sebagaimana di dalam kitab Majmu’ Alfatawanya.

Alhamdulillahirabbil aalamiin. Iya, mayat bisa mendengar pada umumnya.” Beliau pun menuturkan banyak hadis-hadis. Kemudian beliau mengatakan setelah hadis salam kepada penduduk ahli kubur. Inilah ucapan untuk mereka. Dan sungguh orang itu berkata kepada orang yang mampu mendengar.”

Baca Juga :  Hukum Mengumumkan Kematian Seseorang

Imam Ibnul Qayyim di dalam kitabnya Ar-Ruh pun telah memberikan penjelasan terkait hal ini.

“Sungguh Nabi saw. telah mensyariatkan kepada umatnya untuk mengucapkan salam kepada ahli kubur. Maka, ia mengucapkan “Assalamu’alaikum Daara Qaumi Mukminiin/Salam atas kalian di rumahnya kaum mukmin”. Ini merupakan khitab atau ucapan untuk orang yang mampu mendengar dan berpikir. Seandainya tidak demikian, maka khitab ini termasuk khitab untuk yang tidak ada dan tidak bergerak. Sedangkan ulama salaf telah sepakat akan hal ini dan sungguh telah banyak atsar/hadis yang mengatakan bahwa mayat itu tahu ketika dikunjungi orang yang masih hidup dan ia senang dengan hal ini.”

Berdasarkan keterangan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa mayat itu dapat merasakan, mendengar dan senang atas kunjungan yang dilakukan oleh orang yang masih hidup. Bahkan ia pun mampu menjawab salam yang ditujukan padanya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here