Apakah Maksiat Membatalkan Puasa?

0
888

BincangSyariah.Com – Salah satu tujuan puasa Ramadan diwajibkan oleh Allah adalah agar kita menjadi orang bertakwa. Tujuan puasa ini akan berhasil diraih apabila pada saat sedang bepuasa kita meninggalkan hal-hal yang mengotori puasa dengan cara menjaga lisan, telinga, penglihatan dan anggota tubuh yang lain dari semua hal yang diharamkan Allah.

Dalam berbagai sabdanya, Nabi Saw. banyak mengingatkan umatnya agar pada saat berpuasa tidak terjerumus pada perkataan dan perilaku tidak berguna dan jahiliyah. Karena pada dasarnya, puasa adalah perisai dan benteng diri dari perkataan dusta dan perilaku dosa dan maksiat kepada Allah. Disebutkan dalam hadis riwayat, Nabi Saw bersabda; “Puasa adalah perisai. Apabila seseorang di antara kalian berpuasa, janganlah berkata kotor dan tidak berguna. Dan jika seseorang memaki atau mengajaknya bertengkar, katakanlah, ‘Saya sedang berpuasa (dua kali).”

Dikisahkan bahwa untuk menjaga puasa agar terhindar dari perkataan kotor dan perilaku maksiat, sahabat Abu Hurairah dan sahabat yang lain hampir sepanjang hari duduk di Masjid. Mereka berkata, ‘Hari ini kami lakukan untuk menyucikan puasa kami.’

Bahkan sebagian ulama salaf, dalam rangka menjaga kesucian puasa, berpendapat bahwa kemaksiatan membatalkan puasa. Sehingga apabila orang yang berpuasa berkata haram dengan lisannya, seperti ghibah, dusta dan lainnya, maka hal itu membatalkan puasa. Menurut pendapat ulama ini, seperti Ibrahim Annakha’i, lisan, telinga, mata, tangan dan kaki dapat membatalkan puasa, sebagaimana perut dan kemaluan.

Adapun kebanyakan ulama berpendapat bahwa kemaksiatan tidak memabatalkan puasa, meskipun maksiat tersebut sudah pasti mengotori puasa sesuai dengan kadar kemaksiatan yang dilakukan. Hal ini karena tidak ada seorang pun yang bisa bebas dari maksiat kepada Allah. Setiap manusia dalam setiap harinya tidak lepas dari perbuatan dosa dan maksiat, termasuk ketika melaksanakan puasa di bulan Ramadan. Oleh karena itu, Imam Ahmad mengatakan, ‘Andaikan ghibah itu membatalkan puasa, niscaya kita tidak dapat berpuasa.’

Baca Juga :  Alasan Nabi Menegur Sahabat yang Pilih Kasih kepada Anak

Meski tidak membatalkan puasa, setidaknya kemaksiatan membatalkan pahala puasa. Karena itu, sebagian ulama salaf mengatakan, ‘Kemaksiatan tidak membatalkan puasa sebagaima makan dan minum, tetapi ia terkadang menghilangkan pahalanya.’

 



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here