Apakah Lutut Laki-laki Termasuk Aurat?

0
1317

BincangSyariah.Com – Ketika kita jalan di tempat umum, seperti di pasar dan tempat bermain, sering kita menjumpai laki-laki yang memakai celana pendek hingga lututnya. Namun kadang sebagian lututnya kelihatan. Apakah lutut laki-laki tersebut termasuk aurat sehingga haram untuk kita lihat?

Sudah maklum bersama bahwa aurat laki-laki adalah antara lutut dan pusar. Namun demikian, para ulama berbeda pendapat mengenai lutut dan pusar apakah termasuk bagian dari aurat atau bukan. Setidaknya, terdapat lima perbedaan pendapat ulama mengenai masalah ini.

Pertama, lutut dan pusar tidak termasuk bagian dari aurat laki-laki. Ini adalah pendapat Imam Syafii dan merupakan pendapat yang shahih. Karena itu, jika kita melihat lutut laki-laki yang memakai celana pendek, maka kita tidak haram melihatnya.

Kedua, lutut dan pusar temasuk bagian dari aurat.

Ketiga, lutut tidak termasuk bagian dari aurat, sementara pusar termasuk bagian dari aurat.

Keempat, lutut termasuk bagian dari aurat, sementara pusar tidak termasuk bagian dari aurat. Ini adalah pendapat Imam Rafii.

Kelima, lutut dan pusar tidak termasuk aurat laki-laki karena aurat laki-laki hanya kemaluan depan (kubul) dan kemaluan belakang saja.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Nawawi dalam kitab Al-Majmu’ berikut;

أما حكم المسألة ففى عورة الرجل خمسة أوجه الصحيح المنصوص انها ما بين السرة والركبة وليست السرة والركبة من العورة قال الشيخ أبو حامد نص الشافعي علي أن عورة الحر والعبد ما بين سرته وركبته وأن السرة والركبة ليسا عورة في الام والاملاء: والثاني انهما عورة والثالث السرة عورة دون الركبة والرابع عكسه حكاه الرافعي والخامس أن العورة هي القبل والدبر فقط

Adapun hukum masalah aurat laki-laki terdapat lima pendapat. Pendapat yang shahih adalah bahwa aurat laki-laki antara pusar dan lutut, dan pusar dan lutut tidak termasuk bagian dari aurat.

Baca Juga :  Siasat Umar Bin Abdul Aziz Membersihkan Caci Maki di Mimbar Khotbah

Syaikh Abu Hamid berkata; ‘Imam Syafii menegaskan bahwa aurat laki-laki merdeka dan budak adalah antara pusar dan lutut dan pusar dan lutut bukan bagian dari aurat dalam kitab Al-Umm dan Imla’.

Kedua, pusar dan lutut bagian dari aurat. Ketiga, pusar bagian dari aurat, sementara lutut tidak. Keempat, sebaliknya, pusar bukan bagian dari aurat, sementara lutut termasuk aurat. Pendapat dikatakan oleh Imam Rafii. Kelima, aurat laki-laki hanya kemaluna depan dan belakang saja.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here