Apakah Kulit Telur Hewan Najis?

0
3889

BincangSyariah.Com – Kadangkala kita ragu saat hendak memasak telur, apakah kulitnya tersebut dihukumi suci sehingga tidak wajib dibasuh terlebih dahulu, atau dihukumi najis sehingga wajib dibasuh sebelum dimasak?

Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi menyebutkan bahwa dalam masalah ini terjadi perbedaan di kalangan para ulama. Beliau menyebutkan, ada dua pendapat dalam masalah ini sebagaimana berikut;

Pertama, dihukumi najis karena telur tersebut lewat melalui kemaluan hewan yang basah atau ruthubatul farji. Sedangkan sebagian ulama mengatakan bahwa ruthubatul farji hewan adalah najis. Karena itu, jika hendak memasak  telur tersebut harus dicuci terlebih dahulu karena kulitnya dihukumi najis. Dikhawatikan jika tidak dicuci akan menyebabkan isi telur di dalamnya menyentuh bagian luarnya sehingga ikut terkena najis.

Kedua, dihukumi suci karena ruthubatul farji hewan dihukumi suci oleh sebagian ulama. Karena itu, bagian luar telur yang keluar dari farji atau kemaluan hewan dan tidak menyentuh najis lainnya dihukumi suci sehingga tidak harus dicuci sebelum dimasak.

Dalam kitab Almajmu, Imam Nawawi mengatakan sebagai berikut;

وهل يجب غسل ظاهر البيض إذا وقع على موضع طاهر ؟ فيه وجهان حكاهما البغوي وصاحب البيان وغيرهما بناء على أن رطوبة الفرج طاهرة أم نجسة ، وقطع ابن الصباغ في فتاويه بأنه لا يجب غسله ، وقال : الولد إذا خرج طاهر لا يجب غسله بإجماع المسلمين وكذا البيض

“Apakah wajib membasuh bagian luar telur jika jatuh ke tempat yang suci?. Dalam masalah ini ada dua pendapat, sebagaimana dikatakan oleh Imam Albaghawi dan pengarang kitab Albayan serta lainnya. Hal ini berdasarkan perbedaan apakah ruthubatul farji (basahnya kemaluan) dihukumi suci atau najis. Namun Ibnus Shibagh memastikan dalam fatwa-fatwanya bahwa bagian luar telur tersebut tidak wajib dicuci. Dia berkata, ‘Anak (hewan) jika sudah keluar dihukumi suci dengan kesepakatan kaum muslimin, begitu juga dengan telur.”

Baca Juga :  Empat Hal yang Ditakuti Rasulullah terhadap Umatnya

Melalui keterangan ini dapat diketahui bahwa pendapat yang lebih sahih dari dua pendapat di atas adalah pendapat kedua, yaitu bagian luar telur dihukumi suci jika jatuh ke tempat yang suci sehingga tidak harus dicuci sebelum dimasak. Adapun jika jatuh ke tempat najis saat keluar atau terkena najis lainnya, maka dihukumi mutanajjis atau terkena najis sehingga wajib dicuci terlebih dahulu sebelum dimasak.

Oleh karena itu, sebaiknya telur dicuci sebelum dimasak karena meskipun pada awalnya adalah suci namun dikhawatirkan terkena najis saat keluar atau terkena najis lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here