Apakah Kucing yang Mati Wajib Dikuburkan dalam Islam?

0
1442

BincangSyariah.Com – Di kalangan masyarakat Indonesia, kucing memiliki mitos tersendiri. Di antaranya jika kucing mati, terutama ketika mati ditabrak, maka ia harus dikuburkan. Disebutkan bahwa jika kucing mati dan tidak dikuburkan, terutama mati karena ditabrak, maka akan membawa kesialan pada pelakunya. Karena itu, masyarakat mengharuskan kucing yang mati untuk dikubur. Namun bagaimana dalam Islam, apakah kucing yang mati wajib dikuburkan? (Baca: Hukum Membawa Kucing ke dalam Masjid, Apakah Boleh?)

Pada dasarnya, dalam Islam tidak ada kewajiban menguburkan hewan yang mati, baik mati karena ditabrak, disembelih atau sebab lainnya. Hanya manusia yang wajib dikuburkan dalam Islam, sementara hewan, baik kucing, anjing, burung, dan lainnya, tidak ada kewajiban untuk menguburnya.

Di antara dalil yang dijadikan dasar tidak adanya kewajiban menguburkan hewan yang mati adalah hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, dari Ibnu Abbas, dia berkata;

تُصُدِّقَ عَلَى مَوْلَاةٍ لِمَيْمُونَةَ بِشَاةٍ فَمَاتَتْ فَمَرَّ بِهَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ:هَلَّا أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا فَدَبَغْتُمُوهُ فَانْتَفَعْتُمْ بِهِ؟ فَقَالُوا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ: إِنَّمَا حَرُمَ أَكْلُهَا

Hamba milik Maimunah pernah diberi sedekah seekor kambing, kemudian kambing tersebut mati. Ketika Rasulullah Saw melintasi dan melihatnya, beliau berkata; Kenapa tidak engkau ambil kulitnya kemudian engkau samak sehingga dapat memanfaatkannya? Mereka berkata; Ia telah menjadi bangkai. Beliau menjawab; Sesungguhnya yang dilarang adalah memakannya.

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Jabir bin Abdillah, dia berkata;

رسولَ اللهِ صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّمَ مرَّ بالسوقِ داخلًا من بعضِ العاليةِ والناسُ كنفتْه. فمرَّ بجديٍ أسكَّ ميتٍ فتناولَه فأخذ بأذنِه . ثم قال أيكم يحبُّ أنَّ هذا لهُ بدرهمٍ ؟  فقالوا : ما نحبُّ أنَّهُ لنا بشيٍء . وما نصنعُ بهِ ؟ قال أتحبون أنَّهُ لكم قالوا : واللهِ ! لو كان حيًّا ، كان عيبًا فيهِ ، لأنَّهُ أسكُّ . فكيف وهو ميتٌ ؟ فقال فواللهِ ! للدنيا أهونُ على اللهِ ، من هذا عليكم

Baca Juga :  Hukum Menghadiri Pernikahan Non-Muslim

Rasulullah Saw pernah berjalan melewati pasar. Beliau berjalan melewati beberapa dataran tinggi, ketika banyak orang berada di sekitarnya, beliau berjalan melewati bangkai anak kambing yang telinganya cacat. Beliau memegang telinga bangkai tersebut lalu bersabda; Adakah di antara kalian yang berkenan bangkai ini seharga satu dirham? Para sahabat menjawab; Sama sekali tidak tertarik kepadanya. Dan apa yang bisa kami lakukan dengannya? Nabi bersabda; Apakah kalian mau jika bangkai ini (gratis) menjadi milik kalian? Para sahabat menjawab; Demi Allah, andai ia hidup, ia dalam keadaan cacat, karena telinganya cacat, maka apalagi jika ia sudah jadi bangkai? Lalu Nabi bersabda; Demi Allah, sungguh dunia bagi kalian itu lebih hina dari bangkai ini di sisi Allah

Dalam dua hadis ini, ketika melihat bangkai hewan, Nabi Saw tidak menyuruh untuk menguburkan hewan yang mati, melainkan beliau menyuruh untuk memanfaatkannya jika hal itu masih bisa dimanfaatkan.

Meski mengubur hewan tidak wajib dalam Islam, termasuk mengubur kucing, namun jika bangkainya akan mengganggu orang lain, karena baunya busuk dan lainnya, maka hendaknya hewan tersebut dikuburkan. Anjuran mengubur hewan ini bukan karena mitos akan membawa kesialan, namun semata-mata untuk menghindari bau busuk yang ditimbulkan oleh bangkai hewan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here