Apakah Kotoran Telinga dan Hidung Najis?

4
1870

BincangSyariah.Com – Di antara kotoran yang keluar dari tubuh manusia adalah kotoran telinga dan hidung. Di dalam fiqih, apakah kotoran telinga dan hidung najis ?

Di dalam kitab-kitab fiqih disebutkan bahwa sesuatu yang keluar dari tubuh manusia dan hukumi najis ada tiga. Pertama, sesuatu yang keluar dari kubul, baik berupa air kencing, batu, dan lainnya kecuali mani. Kedua, sesuatu yang keluar dari dubur. Ketiga, muntah yang keluar dari mulut setelah masuk ke dalam perut.

Selain dari tiga di atas, maka segala sesuatu yang keluar dari tubuh dihukumi suci. Misalnya, keringat yang keluar dari pori-pori tubuh, ingus yang keluar dari hidung, kotoran hidung, kotoran telinga, dan lainnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Hasyiatul Baijuri berikut;

وكل مائع خرج من السبيلين نجس قوله ( خرج من السبيلين) أي من أحد السبيلين القبل والدبر. –إلى أن قال- وخرج بقوله من السبيلين الخارج من بقية المنافذ فهو طاهر الّا القيء الخارج من الفم بعد وصوله الى المعدة وإن لم يتغيّر

Segala benda cair yang keluar dari dua jalan adalah najis. Maksud dari cairan yang keluar dari dua jalan adalah keluar dari salah satu dua jalan yang berupa qubul dan dubur. Dikecualikan dengan perkataan ‘dari dua jalan’ yaitu perkara yang keluar dari lubang-lubang tubuh yang lain (telinga, hidung, mulut) maka dihukumi suci kecuali muntahan yang keluar dari mulut setelah awalnya muntahan tersebut telah sampai pada perut, meskipun warna muntahan tidak berubah (maka dihukumi najis).

Dalam kitab Al-Majmu’, Imam Nawawi menegaskan kesucian dahak, ingus, dan keringat. Tentunya, kotoran telinga dan hidung juga suci karena keluar dari lubang tubuh selain dubur dan kubul. Beliau berkata;

Baca Juga :  Sahkah Salat di Atas Sajadah yang Dihampar di Tempat Najis?

واعلم انه لا فرق في العرق واللعاب والمخاط والدمع بين الجنب والحائض والطاهر والمسلم والكافر والبغل والحمار والفرس والفار وجميع السباع والحشرات بل هي طاهرة من جميعها ومن كل حيوان طاهر وهو ما سوى الكلب والخنزير وفرع أحدهما

Ketahuilah bahwa tidak ada bedanya dalam keringat, air liur, dahak, air mata antara orang junub, haid, orang suci, orang muslim, kafir, keledai, kuda, tikus, dan semua hewan buas dan hewan melata, semuanya suci, dan dari semua hewan dihukumi suci kecuali dari anjing dan babi dan yang lahir dari keduanya.

4 KOMENTAR

  1. Tiap habis junup apakah harus mandi besar sebelum waktu subuh ? Sementara sy kalau mandi terlalu pagi cepat masuk angin.minta penjelasannya

  2. Sholat shubuh tidak akan sah jika tidak junub,di kisah kan ada seseorang lelaki yang ingin junub pada malam hari,pada saat itu suasana sangat dingin hingga air sumur pada saat itu membeku padahal pada saat itu ia sdng sakit sakitan sehingga ia berupaya memecah kan batu es yang ada disumur itu sampai pecah,namun saking dingin nya air yang dimandikannya pada saat itu ia meninggal karna saking dingin nya air tersebut demi mandi junub

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here