Apakah Keringat Orang yang Memakan Babi Najis?

3
1589

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, babi dan anjing termasuk binatang yang haram dimakan. Bahkan kebanyakan ulama mengatagorikan babi dan anjing sebagai najis mughalladzah atau najis berat. Namun sebagian orang ada yang mengkonsumsi babi karena ia tidak meyakini kenajiasannya. Ketika ia biasa mengkonsumsi babi, apakah keringatnya dihukumi najis sehingga tidak boleh disentuh? (Apakah Asap Sate Babi Najis?)

Menurut para ulama, keringat yang keluar dari pori-pori tubuh dihukumi suci, meskipun yang dikonsumsi berupa barang najis, seperti minum khamar, makan daging babi, makan daging anjing, makan dagin hewan yang tidak halal dimakan, dan lain sebagainya. Barang najis yang dikonsumsi tidak bisa menyebabkan tubuh menjadi najis sehingga tidak boleh disentuh. Begitu juga tidak bisa menyebabkan keringatnya menjadi najis. Bahkan jika kotoran dari hasil mengkonsumsi daging babi tersebut keluar dari dubur, maka dubur tersebut tidak perlu disucikan dengan tujuh kali basuhan.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj fi Syarh Al-Minhaj berikut;

لو أكل مغلظا ثم خرج منه لم يجب تسبيع المخرج لأن الجوف محيل مطهر لانا نقول الجوف لايحيل النجس الى الطهارة مطلقا

Jika seseorang makan najis mughalladzah, kemudian keluar darinya, maka tidak wajib mensucikan tempat keluarnya (dubur) sebanyak tujuh kali. Hal ini karena perut memiliki kemampuan merubah dzat tertentu dan mensucikannya. Kami (ulama Syafiiyah) berkata, ‘Perut tidak bisa merubah najis menjadi suci secara mutlak.’

Dalam kitab Hasyiatul Bajuri disebutkan bahwa segala sesuatu yang keluar dari tubuh, selain keluar dari dubur dan kubul, semuanya dihukumi suci meskipun mengkonsumsi daging babi atau barang najis lainnya. Sebaliknya, segala sesuatu yang keluar dari dubur dan kubul dihukumi najis meskipun barang yang dikonsumsi merupakan barang suci dan halal dimakan.

Baca Juga :  Fenomea Crosshijaber, Ketua PBNU: "Ini di Luar Ajaran Islam"

Syaikh Al-Bajuri berkata sebagai berikut;

الخارج من بقية المنافذ فهو طاهر الا القيئ الخارج من الفم بعد وصوله الى المعدة

Sesuatu yang keluar dari lubang tubuh (selain kubul dan dubur ) dihukumi suci kecuali muntah yang keluar dari mulut setelah sampai ke dalam perut.

3 KOMENTAR

  1. Teruslah menulis di medsos
    Mengingat Long life education. Belajar seumur hidup. Agar ummat tidàk butà terhadap syari’at agamanya sendiri. Trimks.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here