Apakah Darah Jerawat dan Bisul Membatalkan Shalat?

0
510

BincangSyariah.Com – Salah satu syarat sah dalam shalat adalah keadaan pakaian, badan, dan tempat shalat yang suci. Shalat menggunakan pakaian yang terkena najis, atau shalat di tempat yang tidak suci menjadikan keabsahan shalat tersebyt batal, dan wajib mengulanginya. Karena itu, memperhatikan kesucian pakaian, badan dan tempat shalat itu penting.

Nabi Muhammad sering meningatkan par sahabat untuk mensucikan diri dari hal-hal yang terbilang najis. Bahkan beliau pernah berpesan pada wanita yang istihadhah dengan perkataan sebagai berikut:

اِغْسِلِيْ عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّيْ.

Basuhlah darah itu darimu dan shalatlah (HR Bukhari Muslim)

Sebuah pesan yang mengisyaratkan betapa pentingnya menunaikan syarat sah dalam shalat. Selanjutnya adalah jika kita sudah memuali shalat dengan pakaian, badan, dan tenpat suci, namun kemudianada  jerawat atau bisul di badan yang mendadak pecah dan mengeluarkan darah, apakah hal tersebut bisa membatalkan shalat? Kejadian seperti itu telah dijelaskan oleh Ibn Hajar Al Haitami dalam kitab Tuhfatul Muhtaj. Beliau mengatakan sebagai berikut:

وَلَا تَبْطُلُ بِدَمِ نَحْوِ بُرْغُوثٍ وَبَثْرَتِه مَا لَمْ يَكْثُرْ بِقَتْلٍ وَعَصْرٍ ا هـ 

shalat tidak batal akibat darah semacam kutu atau jerawat selagi tidak mebunuhnya atau memencet jerawat tersebut

Darah yang keluar sebab pecahnya jerawat atau bisul ketika shalat tidaklah membatalkan. Hal tersebut dima’fu dan shalatnya tetap sah. Darah yang keluar dari jerawat atau bisul biasanya tidaklah banyak, sehingga tidak akan menyebar pada tempat lainnya. Begitu juga dengan pemaparan Sayyid Bakri Syatha dalam kitab I’anah Thalibin. Beliau menyebutkan bahwa darah yang sedikit yang keluar dari tubuh seseorang ketika shalat tidaklah membatalkan shalatnya.

Dengan demikan, orang yang mengeluarkan darah sebab jerawat atau bisul saat shalat tidak perlu mengulang shalatnya di waktu yang lain, sebab shalat tersebut terbilang sah. Adapun darah yang bisa membatalkan shalat adalah darah yang terhitung banyak  pada kebiasaan masyarakat kita, misalnya keluarnya darah dari hidung (mimisan) yang berkelanjutan (tidak henti-henti), sehingga darahnya terus mengalir dan menyebabkan najis tersebar kemana-mana. Adapun darah yang dikeluarkan sebab jerawat atau bisul masih terebilang sedikit, sebab itulah ulama sepakat darah tersebut dima’fu dan tidak membatalkan shalat.

Baca Juga :  Apakah Ijab Kabul Tanpa Berwudhu Sah?

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here