Apakah Boleh Berkurban dengan Hewan yang Dikebiri?

0
133

BincangSyariah.Com – Ketika kita hendak berkurban, maka kita diharuskan berkurban dengan hewan yang bagus dan seluruh bagian tubuhnya lengkap dan sempurna. Kita tidak boleh berkurban dengan hewan yang cacat yang bisa mengurangi kualitas daging hewan tersebut. Lalu bagaimana jika kita berkurban dengan hewan yang dikebiri, apakah boleh?

Terkadang untuk tujuan tertentu, seperti agar lebih gemuk dan kualitas dagingnya lebih bagus, hewan ternak seperti unta, sapi, kambing, dan unta dikebiri. Para ulama membolehkan mengebiri hewan ternak apabila hal tersebut dilakukan untuk kemaslahatan dan mendatangkan manfaat. Misalnya, lebih menguntungkan karena hewan ternak lebih gemuk atau kualitas dagingnya lebih bagus. (Baca: Hukum Membaca Shalawat Saat Menyembelih Hewan Kurban)

Oleh karena itu, para ulama membolehkan berkurban dengan hewan yang dikebiri. Ini disebabkan karena hewan yang dikebiri tidak mengurangi kadar dan kualitas daging hewan tersebut. Menurut Imam Nawawi, kebolehan berkurban dengan hewan yang dikebiri merupakan pendapat yang benar dan telah disepakati oleh ulama Syafiiyah. Beliau berkata dalam kitab Al-Majmu sebagai berikut;

يجزئ الموجوء والخصي كذا قطع به الاصحاب وهو الصواب

Mencukupi berkurban dengan hewan yang putus pelirnya dan dikebiri, demikian keputusan para ulama Syafiiyah dan inilah pendapat yang benar.

Selain itu, Nabi Saw juga pernah berkurban dengan hewan yang dikebiri. Ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Ahmad berikut;

ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ مَوْجِيَّيْنِ خَصِيَّيْنِ

Rasulullah Saw berkurban dengan dua kambing gibas berwarna kelabu, ikal dan dikebiri.

Berdasarkan hadis ini, maka kebolehan berkurban dengan hewan yang dikebiri telah disepakati oleh ulama empat madzhab. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

Baca Juga :  Hukum Akikah setelah Dewasa

الخصي وإنما أجزأ، لأن ما ذهب بخصائه يعوض بما يؤدي إليه من كثرة لحمه وشحمه، وقد صح وأن النبي صلى الله عليه وسلم ضحى بكبشين أملحين موجوءين  أي مرضوضي الخصيتين وقد اتفقت على إجزائه المذاهب الأربعة.

Hewan yang dikebiri boleh untuk dijadikan kurban karena biji yang hilang darinya digantikan oleh banyaknya daging dan lemak. Dan telah sah diriwayatkan bahwa Nabi Saw berkurban dengan dua kambing kelabu, ikal dan keadaannya dikebiri, yakni dibuang dua biji dari alat kelaminnya. Dan empat madzhab sepakat tentang kebolehannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here