Apakah Basmalah Termasuk Ayat Al-Quran ?

0
74

BincangSyariah.Com- Basmalah merupakan induk dari seluruh kitab, begitulah kiranya ungkapan yang sering dilontarkan oleh para ulama. Demikian pula basmalah juga sering dibaca dalam shalat. Namun, timbul sebuah pertanyaan apakah basmalah termasuk ayat Al-Quran, karena beradi setiap awal surat (kecuali surat At-Taubah?)?

Syekh Muhammad Ali as-Shabuni dalam kitabnya Rawai’ al-Bayan fi Tafsiri Ayat al-Ahkam (j. 1 h. 37-42) menuturkan perbedaan pendapat perihal tersebut,

Pertama, mazhab imam Syafi’i mengatakan bahwa basmalah merupakan bagian ayat dari surah al-Fatihah dan juga di setiap awal surah. Mereka berargumen menggunakan dalil sebagai berikut :

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُمَا : أَنَّهُ كَانَ يَفْتَتِحُ الصَّلاَةَ بِبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

“Dari Sahabat Umar ra. bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. membuka shalat dengan bacaan bismillāhir rahmānir rahīm” (H.R. al-Baihaqi)

Dari hadis di atas diketahui bahwasanya basmalah merupakan bagian ayat dari surah al-Fatihah.

عَنْ أَنَسٍ قَالَ بَيْنَا رَسُولُ اللَّهِصلى الله عليه وسلمذَاتَ يَوْمٍ بَيْنَ أَظْهُرِنَا إِذْ أَغْفَى إِغْفَاءَةً ثُمَّ رَفَعَ رَأْسَهُ مُتَبَسِّمًا فَقُلْنَا مَا أَضْحَكَكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ  أُنْزِلَتْ عَلَىَّ آنِفًا سُورَةٌ. فَقَرَأَ  بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَرَ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ

Pada suatu hari ketika Rasulullah Saw.  ada di antara kami, beliau tertidur sebentar, kemudian mengangkat kepalanya dalam keadaan tersenyum, lalu kami bertanya, ‘apa yang membuat engkau tertawa wahai Rasulullah? ‘ Beliau menjawab, ‘baru saja diturunkan kepadaku suatu surat, lalu beliau membaca, ‘ bismillāhir rahmānir rahīm, Innā A’thaināka al-Kautsar Fashalli Lirabbika Wanhar, Inna Syāniaka Huwa al-Abtar.” (H.R. Muslim)

Melalui hadis di atas diketahui bahwa basmalah juga merupakan bagian ayat dari setiap surah dari surah-surah al-Qur’an.

Kedua, mazhab imam Malik berpendapat bahwasanya basmalah bukanlah bagian ayat dari surah al-Fatihah maupun di setiap awal surah dari surah-surah al-Qur’an. Mereka berargumen dalil sebagai berikut,

عَنْ عَائِشَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهَا عَنِ النَّبِىِّصلى الله عليه وسلمكَانَ يَفْتَتِحُ الصَّلاَةَ بِالتَّكْبِيرِ وَالْقِرَاءَةَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Dari ‘Aisyah ra. dari Rasulullah Saw. bahwasanya beliau membuka shalat dengan bacaan takbir dan alhamdulilhi rabbil ‘ālamīin.” (H.R. al-Baihaqi)

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِىِّصلى الله عليه وسلموَأَبِى بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ فَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ يَذْكُرُونَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ فِى أَوَّلِ قِرَاءَةٍ وَلاَ فِى آخِرِهَا

Dari sahabat Anas bin Malik berkata ‘aku shalat di belakang Rasulullah Saw., Abu Bakar, Umar dan Utsman ra. mereka semua membuka shalat dengan bacaan ‘alhamdulillāhi rabbil ‘ālamīin’ seraya tidak mengucapkan bismillāhir rahmānir rahīm baik di awal maupun di akhir bacaan.” (H.R. Muslim)

Ketiga, mazhab imam Abu Hanifah mengatakan bahwasanya basmalah memang merupakan bagian dari al-Qur’an akan tetapi bukan termasuk ayat dari setiap awal surah dari surah-surah al-Qur’an. Fungsi basmalah hanya sebagai pemisah diantara surah-surah dalam al-Qur’an. Mereka berargumen menggunakan dalil sebagai berikut,

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ لَا يَعْرِفُ فَصْلَ السُّورَةِ حَتَّى يَنْزِلُ عَلَيْهِ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dari sahabat Ibnu Abbas ra. bahwa sesungguhnya Rasulullah Saw. tidak mengetahui pemisah antar surah sampai turun kepadanya ayat bismillāhir rahmānir rahīm. (H.R Abu Daud)

Dari ulasan diatas dapat disimpulkan bahwa ulama berbeda pendapat terkait apakah basmalah merupakan ayat dari al-Qur’an ataukah tidak. Sebagian berpendapat bahwasanya basmalah merupakan ayat dari al-Qur’an, sementara pendapat yang lain mengatakan sebaliknya.

Demikianlah ragam pendapat para ulama lintas mazhab perihal basmalah yang disampaikan oleh Syekh Muhammad Ali as-Shabuni, semoga bermanfaat. Wallahu a’lam. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here