Apakah Ayah Tiri Wajib Menafkahi Anak Tirinya?

0
346

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa dalam Islam, seorang ayah wajib menafkahi anaknya, terutama jika anaknya belum mampu bekerja dan tidak memiliki harta yang bisa mencukupi kebutuhannya. Namun bagaimana dengan anak tiri, apakah dalam Islam ayah tiri wajib menafkahi anak tirinya?

Anak tiri merupakan anak bawaan dari istri dengan suaminya terdahulu, atau anak bawaan dari suami dengan istrinya terdahulu. Dalam Islam, anak tiri tidak wajib dinafkahi oleh ayah tirinya, meskipun keduanya sudah menjadi mahram. Ini karena antara ayah tiri dan anak tirinya tidak ada hubungan nasab dan kekerabatan yang menyebabkan ayah tiri wajib menafkahi anak tirinya.

Menurut para ulama, ada tiga hal yang menyebabkan seseorang wajib memberikan nafkah. Pertama, memiliki hubungan nasab dan kerabat. Misalnya, antara ayah kandung dan anak kandung. Kedua, memiliki ikatan pernikahan. Misalnya, antara suami dan istri. Ketiga, karena kepemilikan. Misalnya, seseorang memiliki budak, maka dia wajib menafkahinya.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Syaikh Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin berikut;

واعلم أن للنفقة ثلاثة أسباب الزوجية والقرابة والملك

Ketahuilah bahwa kewajiban nafkah sebabnya ada tiga; Ikatan perkawinan, kekerabatan, dan kepemilikan.

Selain itu, menurut ulama Hanabilah, di antara syarat seseorang wajib memberikan nafkah kepada orang lain adalah keduanya harus bisa saling mewarisi. Misalnya, anak kandung berhak mendapatkan warisan dari ayah kandungnya, dan begitu sebaliknya. Jika tidak bisa saling mewarisi, maka tidak ada kewajiban memberi nafkah antara satu sama yang lain.

Dalam Islam, anak tiri tidak berhak mendapatkan warisan dari ayah tirinya, begitu juga sebaliknya. Ini disebabkan karena di antara keduanya tidak ada hubungan nasab yang menyebabkan keduanya bisa saling mewarisi.

Baca Juga :  Memasukkan Jari Tangan ke Miss V Istri Saat Bercinta, Bolehkah?

Oleh karena itu, ayah tiri tidak wajib memberikan nafkah kepada anak tirinya, begitu juga sebaliknya, anak tiri tidak wajib memberikan nafkah kepada ayah tirinya. Ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

الشَّرْطُ الرَّابِعُ: أَنْ يَكُونَ الْمُنْفِقُ وَارِثًا…فَإِنْ لَمْ يَكُنْ وَارِثًا لَمْ تَجِبْ عَلَيْهِ النَّفَقَةُ

Syarat keempat adalah pemberi nafkah harus berstatus sebagai pewaris. Jika bukan pewaris, maka dia tidak wajib memberi nafkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here