Apakah Asap Sate Babi Najis?

0
907

BincangSyariah.Com – Sudah maklum bahwa babi dalam Islam termasuk hewan yang haram dimakan. Bahkan ulama Syafiiyah menyebut babi dan anjing sebagai najis mughalladzah atau najis berat. Karena itu, apabila terkena babi atau anjing, maka harus dibasuh sebanyak tujuh kali basuhan dan salah satunya menggunakan debu. Namun bagaimana dengan asap sate babi, apakah najis?

Dalam masalah ini ada dua pendapat ulama terkait asap yang dihasilkan dari pembakaran benda najis, seperti asap sate babi dan lainnya.

Pertama, dihukumi najis karena ia dihukumi bagian dari benda najis yang dibakar. Meski demikian, menurut Imam Al-Ramli, apabila asap yang berasal benda najis tersebut sedikit, baik berasal dari najis mughalladzah atau bukan, maka najisnya dima’fu atau dimaafkan. Sementara, menurut Imam Ibnu Hajar, baik asapnya sedikit atau banyak apabila berasal dari benda najis mughalladzah, maka tetap dihukumi najis dan tidak dima’fu.

Oleh karena itu, apabila asap sate babi mengenai baju dan asap tersebut terbilang sedikit, maka menurut Imam Al-Ramli dima’fu, sementara menurut Imam Ibnu Hajar tidak dima’fu. Namun apabila asap tersebut terbilang banyak, baik menurut Imam Al-Ramli dan Ibnu Hajar tidak dima’fu. Karena itu, wajib dibersihkan.

Kedua, dihukumi suci karena asap tersebut bukanlah benda yang najis dan bukan bagian dari benda najis. Asap yang dihasilkan dari benda najis tersebut disamakan dengan kentut yang dihukumi suci oleh para ulama meskipun keluar dari perut.

Oleh karena itu, menurut pendapat yang kedua ini, apabila asap sate babi mengenai baju, maka baju tersebut tetap dihukumi suci sehingga tidak perlu dicuci, baik asapnya sedikit atau banyak.

Kedua pendapat di atas telah disebutkan dalam kitab Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah berikut;

Baca Juga :  Ini Lima Ancaman bagi Pelaku Pedofilia dalam Islam

اختلف الفقهاء في طهارة الدخان المتصاعد من النجاسة: فذهب الحنفية على المفتى به، والمالكية في المعتمد، وبعض الحنابلة، إلى أن دخان النجاسة طاهر. قال الحنفية: إن ذلك على سبيل الاستحسان دفعا للحرج، وللضرورة وتعذر التحرز.وذهب الشافعية في الأصح والحنابلة في المذهب، وأبو يوسف من الحنفية إلى أن دخان النجاسة كأصلها، وظاهر كلام الرملي من الشافعية أن قليله معفو عنه مطلقا… وأما عند ابن حجر الهيتمي فيعفى عن قليله إن لم يكن من مغلظ، وإلا فلا يعفى عنه قليلا كان أو كثيرا.

Ulama berbeda pendapat terkait kesucian asap yang berasal dari benda najis. Ulama Hanafiyah dalam qaul mufta bihi (yang boleh difatwakan), dan ulama Malikiyah dalam qaul muktamad, dan sebagian ulama Hanabilah mengatakan bahwa asap yang berasal dari benda najis adalah suci. Ulama Hanafiyah mengatakan, hal itu demi kebaikan untuk menghindari kesulitan, karena darurat dan sulit menghindarinya.

Sementara ulama Syafiiyah dalam qaul ashah, dan ulama Hanabilah, dan Abu Yusuf dari kalangan ulama Hanafiyah mengatakan bahwa asap dari benda najis dihukumi najis sebagaimana sumbernya. Dari pendapat Imam Al-Ramli dari kalangan ulama Syafiiyah, bahwa jika asap tersebut sedikit, maka dima’fu secara mutlak. Menurut Imam Ibnu Hajar, jika asap tersebut sedikit dan bukan berasal dari najis mughalladzah, maka dima’fu. Jika berasal dari najis mughalladzah, maka tidak dima’fu, baik sedikit maupun banyak.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here