Apakah Anjing dan Babi Laut Haram Dimakan?

0
13349

BincangSyariah.Com – Dalam Islam, babi dan anjing termasuk binatang yang haram dimakan. Bahkan kebanyakan ulama mengatagorikan babi dan anjing sebagai najis mughalladzah atau najis berat. Namun bagaimana dengan babi dan anjing laut, apakah haram dimakan juga?

Menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah, babi laut dan anjing laut hukumnya halal dimakan. Hal ini karena babi dan anjing laut termasuk bagian shaidul bahri atau buruan laut yang halal untuk dimakan. Setiap hewan laut, meskipun berbentuk babi atau anjing, maka hukumnya suci dan halal dikonsumsi.

Dalam kitab Kifayatul Akhyar, Syaikh Taqiyuddin Abu Bakr al-Hishni menyebutkan sebagai berikut;

وأما ما ليس على صورة السموك المشهورة ففيه ثلاث مقالات أصحها الحل ونص عليه الشافعي واحتج به بعموم قوله تعالى { أحل لكم صيد البحر } وبقوله صلى الله عليه وسلم الحل ميتته وقد نص الشافعي رضي الله عنه على أنه قال يؤكل فار الماء خنزير الماء قال النووي في أصل الروضة الأصح أن السمك يقع على جميعها

“Adapun hewan laut yang tidak berbentuk ikan yang sudah dikenal, maka terdapat tiga pendapat ulama. Namun pendapat yang paling sahih mengatakan halal. Hal ini telah ditegaskan oleh Imam Syafii berdasarkan keumuman firman Allah, ‘Dihalalkan bagi kalian binatang buruan laut.’ Juga berdasarkan sabda Nabi saw,  ‘Yang halal bangkainya.’ Imam Syafii mengatakan dengan tegas bahwa, ‘Halal dimakan tikus laut dan babi laut.”

Namun demikian, terdapat sebagian ulama yang mengharamkan makan babi laut, anjing laut, dan semua hewan laut yang bentuknya menyerupai hewat darat yang haram dimakan. Setiap hewan laut yang bentuknya menyerupai hewan darat yang haram dimakan, maka hewan laut tersebut haram dimakan. Misalnya, tikus laut, babi laut, anjing laut dan lain sebagainya.

Dalam kitab al-Muhazzab, Imam Syairazi menyebutkan sebagai berikut;

أن  ما أكل مثله في البر حل أكله ، وما لا يؤكل مثله في البر لم يحل أكله اعتبارا بمثله

“Sesungguhnya hewan laut yang menyerupai hewan darat yang halal dimakan, maka halal memakannya. Sementara jika menyerupai hewan darat yang tidak halal dimakan, maka tidak halal dimakan karena mengikuti dengan keserupaan hewan darat tersebut.”

Dari dua pendapat di atas, pendapat pertama adalah yang paling sahih dan diikuti oleh kebanyakan ulama. Karena itu, babi laut dan anjing laut halal untuk dimakan. Meskipun demikian, penulis cenderung untuk tidak melakukan perburuannya secara besar-besaran karena keduanya termasuk hewan langka, dan tidak termasuk ke dalam kategori hewan ternak.

100%

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here