Apakah Anak Tiri Berhak Mendapatkan Warisan dari Ayah Tirinya?

2
189

Termasuk perkara yang banyak dipertanyakan di tengah masyarakat adalah hak waris anak tiri dari ayah tirinya. Jika ada seorang laki-laki menikah dengan seorang janda yang telah mempunyai anak dengan suami sebelumnya, kemudian pada saat laki-laki tersebut meninggal, apakah anak tirinya atau anak bawaan istrinya berhak mendapatkan warisan darinya? (Baca: Hukum Anak Tiri Menikahi Ibu Tiri, Apakah Boleh?)

Dalam Islam, anak tiri atau anak bawaan dari istri dengan suami sebelumnya tidak berhak mendapatkan warisan dari ayah tirinya ketika sudah meninggal. Begitu juga sebaliknya, anak bawaan dari suami dengan istri sebelumnya tidak berhak mendapatkan warisan dari ibu tirinya ketika sudah meninggal.

Hal ini karena antara ayah tiri dengan anak tirinya, atau ibu tiri dengan anak tirinya, tidak ada hubungan nasab yang menyebabkan terjadinya saling mewarisi. Meskipun keduanya sudah menjadi mahram akibat pernikahan antara ayah tiri dengan ibu kandung anak tiri tersebut, atau antara ibu tiri dengan ayah kandung anak tiri tersebut, namun keduanya tetap tidak memiliki nasab yang menyebabkan keduanya bisa saling mewarisi.

Misalnya, Ahmad menikah dengan Aisyah yang sudah memiliki anak bernama Fatimah dengan suami sebelumnya. Meskipun Ahmad dengan Fatimah sudah menjadi mahram akibat pernikahan Ahmad dengan ibu Fatimah, yaitu Aisyah, namun antara Ahmad dan Fatimah tidak ada hubungan nasab. Sehingga ketika Ahmad meninggal, Fatimah tidak berhak mendapatkan warisan dari Ahmad.

Dalam Islam, ada tiga hal yang menyebabkan seseorang bisa saling mewarisi. Pertama, ia memiliki hubungan darah dengan pewaris. Misal anak, ibu, bapak, saudara, kakek, nenek, paman dan lain-lain. Kedua, ia memiliki hubungan perkawinan. Suami berhak mewaris dari istri dan sebaliknya istri berhak mendapatkan warisan dari suami. Ketiga, karena memerdekakan budak.

Baca Juga :  Hukum Non-Muslim Mendoakan Orang yang Bersin, Apakah Boleh?

Hal ini sebagaimana disebutkan oleh Abdurrahman Al-Sa’di dalam kitab Ibhajul Mukminin berikut;

اسباب الإرث ثلاثة : النسب، والنكاح، والولاء

Sebab terjadinya waris ada tiga; Nasab, nikah dan perbudakan.

Dengan demikian, karena anak tiri tidak ada hubungan nasab atau hubungan darah dengan ayah tirinya, maka dia tidak berhak mendapatkan warisan ketika ayah tirinya meninggal. Namun, anak tiri boleh diberi wasiat oleh orang tua tirinya untuk mendapatkan harta.

Dengan syarat, harta yang diberikan sebagai wasiat itu tidak melebihi 1/3 (sepertiga) dari harta orang tua tirinya yang meninggal. Jika wasiatnya melebihi 1/3 (sepertiga), maka pelaksanaanya bergantung pada persetujuan para ahli waris.

2 KOMENTAR

  1. […] Anak tiri merupakan anak bawaan dari istri dengan suami sebelumnya, atau anak bawaan suami dengan istri sebelumnya. Mengenai hukum menyentuh anak tiri, jika hal itu dilakukan oleh ayah tiri terhadap anak perempuan tirinya, atau sebaliknya, maka para ulama membaginya pada dua bentuk hukum. (Baca: Apakah Anak Tiri Berhak Mendapatkan Warisan dari Ayah Tirinya?) […]

  2. […] BincangSyariah.Com – Pernah ada seseorang yang menghibahkan sebagian hartanya pada anak angkatnya, namun hibah tanpa persetujuan ahli waris, seperti anak-anak kandungnya. Untuk menghindarkan perselisihan, maka akhirnya hibah tersebut dibatalkan. Sebenarnya, apakah hibah harus minta persetujuan ahli waris? Lalu bagaimana jika hibah tanpa persetujuan ahli waris, apakah sah? (Baca: Apakah Anak Tiri Berhak Mendapatkan Warisan dari Ayah Tirinya?) […]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here