Apakah Anak Angkat Berhak Mendapatkan Warisan?

0
957

BincangSyariah.Com – Untuk dapat tampil sebagai ahli waris telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya . Pertanyaannya adalah bagaimana dengan anak angkat, apakah anak angkat mendapatkan warisan? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita akan memulai penjelasan dengan pengertian anak angkat.

Anak angka dalam bahasa Arab disebut dengan “tabanni”. Polanya mengikuti tafa ala, artinya “membuat.” Bani berubah menjadi tabanni artinya “menjadikan anak.” Ketika seorang mendeklarasikan bahwa seorang sebagai anaknya, berarti ia mengangkat anak tersebut.

Dalam bahasa Belanda, pengangkatan anak disebut dengan “adotie” atau dalam bahasa Indonesia “adopsi.” Dari beberapa pengertian yang ada para ahli mengatakan bahwa anak angkat adalah mengangkat anak orang lain dan dipelihara sebagaimana anak sendiri. Tujuan pengangkatan anak sangat beragam, ada yang ingin memancing keturunan, memiliki anak dan tujuan-tujuan lainnya.

Ketika seorang mengangkat anak berarti dia berjanji untuk menanggung segala beban yang timbul dari anak tersebut. Misal pendidikan, makan, tempat tinggal dan lain-lain. Tidak boleh membedakan perlakuan terhadap anak angkat dengan anak kandung.

Namun demikian, hubungan hak dan kewajiban anak angkat dengan orang tua berbeda dengan hubungan anak kandung. Dalam pengangkatan anak tidak boleh menyatukan nasab anak dengan orang tua angkat. Misal, anak yang diangkat bernama Abdurrahman dan orang tua yang mengangkat bernama Putra Ramadhan. Tidak boleh nama anak dalam akta atau penyebutan lainnya dengan Abdurrahman bin Putra Ramadhan.

Kasus ini pernah terjadi kepada Rasululullah saw. Ketika itu beliau mengangkat Zaid ibn Haritsah. Saat itu masyarakat menyebutnya anaknya Rasulullah saw. Lalu turunlah ayat yang melarang perbuatan tersebut. Dalam Surah al-Ahzab ayat 4, Allah Swt. berfirman,

مَا جَعَلَ اللَّهُ لِرَجُلٍ مِنْ قَلْبَيْنِ فِي جَوْفِهِ ۚ وَمَا جَعَلَ أَزْوَاجَكُمُ اللَّائِي تُظَاهِرُونَ مِنْهُنَّ أُمَّهَاتِكُمْ ۚ وَمَا جَعَلَ أَدْعِيَاءَكُمْ أَبْنَاءَكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ قَوْلُكُمْ بِأَفْوَاهِكُمْ ۖ وَاللَّهُ يَقُولُ الْحَقَّ وَهُوَ يَهْدِي السَّبِيلَ

Baca Juga :  Meninggal dalam Keadaan Punya Utang Puasa Ramadhan, Apakah Ahli Waris Harus Mengqadhanya?

Artinya: Allah sekali-kali tidak menjadikan bagi seseorang dua buah hati dalam rongganya; dan Dia tidak menjadikan istri-istrimu yang kamu zhihar itu sebagai ibumu, dan Dia tidak menjadikan anak-anak angkatmu sebagai anak kandungmu (sendiri). Yang demikian itu hanyalah perkataanmu di mulutmu saja. Dan Allah mengatakan yang sebenarnya dan Dia menunjukkan jalan (yang benar).
Dari penjelasan di atas, dapat dipahami bahwa anak angkat tidak mendapatkan warisan, karena dia bukan anak sah.
Wallahu alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here