Apa Makna Khannas dalam Al-Qur’an?

0
392

BincangSyariah.Com – Imam At-Thabari di dalam tafsirnya menjelaskan bahwa “khannas” (pembisik) adalah semua yang tak tampak yang membuat ragu dan lengah dari zikir/ingat Allah. Maka dari itu, ia bisa berupa setan (dalam pengertian sifat, bukan wujud). Jelasnya, khannâs adalah yang membisikkan sesuatu untuk melakukan perbuatan tidak baik dari dari jin maupun manusia. Jika seorang hamba ingat kepada Allah, maka khannas pergi. Hika lupa dan lengah, ia kembali.

Bagaimana khannas bisa masuk ke hati manusia dan didengarkan? Imam al-Qusyayri mengerangkan bawah “khannas” masuk melalui waswas. Waswâs di sini berarti bisikan untuk mengikuti hawa nafsu, agar menyimpang dari agama, untuk melakukan perbuatan maksiat, atau agar memiliki perangai yang buruk. Hanya dengan pintu waswâs ini setan ‘khannas’ bisa masuk ke manusia.

Kata waswas di sini artinya tidak sama dengan bahasa Indonesia yang berarti ragu-ragu, khawatir, cemas, kurang yakin (cek di KBBI). Meskipun kata yang sudah digunakan dalam bahasa Indonesia itu berasal dari bahasa Arab, waswâs.

Dengan ilmu, kita dapat mengetahui waswas. Ilmu dapat membedakan mana ilham, khawatir, dan waswas. Ilmu dapat menjelaskan ilham, menerangkan khawatir dan mendedahkan waswas.

Imam al-Qusyayri menulis bahwa setan “khannas” ini selalu mengundang & mengajak kita untuk bermaksiat. Jika dia gagal, maka dia akan mengundang lagi untuk melakukan hal lain. Jika kita menang, dia akan berusaha untuk membisikkan maksiat yang lain terus seperti ini, sampai setan ‘khannas’ ini menang. Tetapi, kita harus mengalahkannya. Kita yang menang atau setan ‘khannas’ yang menang, itu tergantung pada kita.

Nah, “khannas” (pembisik kejahatan dan maksiat) itu berada dekat kita. Hati-hati! Ada ‘khannas’ politik, ada “khannas” medsos, ada “khannas” kesalehan diri, ada “khannas” bangga berbuat dosa. Ada juga “khannas” modern yg tak nampak: hegemoni, dominasi, perjuangan kelas, permainan SARA dan identitas keagamaan untuk meraih simpati politik. “Khannas” utk buat fitnah dan berita bohong (hoax). “Khannas” perebut suami/istri orang. Ringkasnya, banyak “khannas” dekat kita.

Baca Juga :  Melihat Lebih Dalam Poligami dalam Pandangan Islam

Sekarang, bergantung pada kita: maukah kita menuruti para pembisik maksiat & kejahatan atau melawannya?

Wallahu a’lam.

Bacaan Penting dalam penulis artikel ini:

Tafsir Imam al-Qusyayrî (Beirut: Dâr al-Kutub al-‘Ilmiyyah, 2000, juz 3, h. 463-464)

Tafsir Imam al-Thabarî (Beirut: al-Ma’rifah, 1990, juz 30, h. 362)

Tulisan ini

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here