Apa Makna dan Hikmah “Walimah Ursy”?

1
7489

BincangSyariah.Com – Setelah acara ijab qabul pernikahan terselesaikan dengan sempurna, biasanya acara selanjutnya adalah makan jamuan yang telah disediakan. Acara inilah yang dinamakan walimah ursy. Al-Walimah sendiri merujuk pada istilah makanan yang biasa dihidangkan pada upacara pernikahan secara khusus.

Dalam kitab Subulus Salam, Imam Muhammad bin Ismail ash-Shan’ani menyebutkan  bahwa makna acara tersebut  adalah mengumumkan untuk pernikahan yang menghalalkan hubungan suami istri dan perpindahan status kepemilikan. Sementara menurut kalangan mazhab Ahmad menyatakan bahwa acara tersebut merupakan jamuan makan yang diadakan untuk merayakan pernikahan pasangan pengantin.

Selain itu, walimah ursy juga salah satu jalan agar tidak menimbulkan kecurigaan dari masyarakat ketika melakukan perbuatan yang tidak diperbolehkan bagi sepasang kekasih yang belum melakukan akad nikah. Dan juga bisa sebagai perangsang bagi para jomlo agar tidak membujang selamanya.

Walimah Ursy juga bertujuan untuk memohon doa dari para undangan, agar pernikahan tersebut mendapat keberkahan dan menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, dan rahmah. Walimah juga dapat dianggap sebagai wasilah untuk mensyiarkan hukum-hukum Allah, sebagai satu rangkaian yang menyertai pernikahan dan mempunyai tujuan yang mulia, yaitu beribadah kepada Allah dan mengharapkan rida Allah Swt.

Walimah Ursy merupakan perkara yang disyariatkan dalam Islam. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

عَنْ اَنَسِ بْنِ مَالِكٍ اَنَّ النَّبِيَّ ص رَأَى عَلَى عَبْدِ الرَّحْمنِ بْنِ عَوْفٍ اَثَرَ صُفْرَةٍ فَقَالَ: مَا هذَا؟ قَالَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ اِنّى تَزَوَّجْتُ امْرَأَةً عَلَى وَزْنِ نَوَاةٍ مِنْ ذَهَبٍ. قَالَ: فَبَارَكَ اللهُ لَكَ. اَوْلِمْ وَ لَوْ بِشَاةٍ. مسلم

Dari Anas bin Malik, bahwasanya Nabi saw. melihat ada bekas kuning-kuning pada ‘Abdur Rahman bin ‘Auf. Maka beliau bertanya, “Apa ini ?”. Ia menjawab, “Ya Rasulullah, saya baru saja menikahi wanita dengan mahar seberat biji dari emas”. Maka beliau bersabda, “Semoga Allah memberkahimu. Selenggarakan walimah meskipun (hanya) dengan (menyembelih) seekor kambing”.

Hukum mengadakan walimah ursy adalah sunnah, namun tidak hanya diuntukkan kepada orang-orang yang kaya dan berada. Namun undangan tersebut juga diperuntukkan orang-orang miskin sekitar, guna merasakan hidangan di hari bahagia tersebut.  Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Baca Juga :  Hukum Jual Beli Mystery Box dalam Pandangan Islam

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيْمَةِ، يُدْعَى إِلَيْهَا اْلأَغْنِيَاءُ ويُتْرَكُ الْمَسَاكِيْنُ، فَمَنْ لَمْ يَأْتِ الدَّعْوَةَ فَقَدْ عَصَى اللهَ وَرَسُوْلَهُ

Makanan paling buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang orang-orang kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak diundang. Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here