Apa Itu Syirik Kecil?

0
1244

BincangSyariah.Com – Salah satu hal yang membuat Rasulullah saw. mengkhawatirkan umatnya adalah al-syirku al-ashghar atau syirik kecil. Dalam sebuah hadis dikatakan

عن محمود بن لبيد  أن النبي صلى الله عليه وسلم قال أخوف ما أخاف عليكم الشرك الأصغر. قالوا يا رسول الله، وما الشرك الأصغر، قال الرياء، يقول الله تعالى لهم يوم يجازي العباد بأعمالهم “اذهبوا إلى اللذين كنتم تراؤون لهم في الدنيا فانظروا هل تجدون عندهم خيرا

Dari Mahmud bin Labid, “sesungguhnya Nabi Muhammad saw. berkata, ‘ Hal yang paling aku takutkan atas kalian adalah syirik kecil.’ Mereka bertanya, ‘apa itu syirik kecil wahai Rasulullah? Nabi berkata, ‘Riya. Allah Ta’ala berkata pada mereka pada hari dimana manusia dipertanggungjawabkan amal perbuatannya ‘Pergilah kepada mereka yang dulu kamu riya di hadapan mereka ketika di dunia dan lihatlah apakah ada kebaikan yang kamu dapatkan dari sisi mereka?’“. (HR. Ahmad)

Syirik kecil adalah riya, yaitu ketika seseorang melakukan ibadah bukan karena Allah, akan tetapi agar dipandang atau dipuji orang lain. Karena itu riya disebut syirik kecil yang tersembunyi.

Abu Layyist Samarqandi berkata dalam Tanbihul Ghafilin, dalam hadis ini orang yang riya diberikan peringatan seperti itu oleh Allah karena apa yang dia lakukan di dunia hanyalah kemunafikan. Terhadap orang tipe ini Allah berfirman, orang-orang munafik itu ingin menipu Allah padahal mereka menipu diri mereka sendiri (QS. An-Nisa; 142)

Maka dari itu amal ibadah mereka akan dipertanyakan di hari kiamat kelak dan akan mendapatkan balasan yang diperuntukkan bagi orang-orang yang munafik serta dibatalkan pahala amal ibadah yang pernah dilakukan.

Akan sia-sia semua yang telah dilakukan selama di dunia karena riya. Karena riya bagaikan api yang membakar amal perbuatan umat muslim, meski  sebanyak apapun amalan yang mereka perbuat. Sebagaimana sabda Rasulullah dalam hadis berikut.

Baca Juga :  Empat Cara Menyayangi Diri Sendiri

عن أبي هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال رب صائم ليس له حظ من صومه إلا الجوع والعطش، ورب قائم ليس له حظ من قيامه إلا السهر والنصب

Dari Abu Hurairah r.a. sesungguhnya Nabi Muhammad saw bersabda, “Berapa banyak orang yang berpuasa tidak mendapatkan apapun dari puasanya kecuali rasa lapar dan haus, dan berapa banyak orang yang shalat tidak mendapatkan apa-apa dari salatnya kecuali rasa lelah dan penat.” (HR. Ahmad, Hakim, & Baihaqi)

Terakhir, hadis ini adalah sebuah penegasan bahwasanya pahala puasa atau salat tidak mungkin diberikan kepada seorang hamba jika ibadah yang dia lakukan bukan semata karena Allah Ta’ala. pada akhirnya orang tersebut tidak akan mendapatkan balasan sedikitpun kecuali hanya rasa lelah. Wallahu’alam.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here