Bolehkah Melakukan Operasi Plastik ?

0
569

BincangSyariah.com – Apa hukumnya melaksanakan operasi plastik ? Pertanyaan ini mencuat kembali dan menarik minat kami untuk menuliskannya kembali. Sejak siang tadi, banyak berita yang mengulas soal salah seorang artis dan politisi perempuan yang belum lama ini diberitakan dipukuli oleh sekelompok orang. Politisi tersebut kemudian dikunjungi oleh beberapa tokoh politik yang juga simpati kepadanya.

Namun, penyelidikan polisi kemudian membuktikan bahwa tidak ada fakta yang menunjukkan kalau politisi perempuan itu dipukuli, kemudian dilarikan ke rumah sakit di wilayah Bandung. Justru, polisi menemukan bahwa di hari yang diakui politisi itu sebagai pemukulan, ia sedang berada di Jakarta. Belakangan, ada satu portal berita yang berhasil menghubungi politisi tersebut dan ia menyatakan sendiri kalau ia tidak mengalami kekerasan fisik.

Bagaimanapun, artikel ini tidak akan membahas soal hukum berbohong. Tapi, akan kembali ke pertanyaan awal. Apa hukum melakukan operasi plastik ? Jawabannya paling tidak ada dua, pertama boleh dan kedua adalah haram.

Operasi plastik untuk kecantikan  yang dalam bahasa Arab disebut al-‘amaliyyat al-tajmiliyyah atau jiraahatu al-tajmiil ini menjadi salah satu terobosan dalam dunia kedokteran yang kini banyak digemari oleh mereka yang memiliki finansial berlebih untuk mempercantik diri.

Perlu juga diketahui, mengutip situs docdoc ada perbedaan antara operasi plastik dengan operasi kecantikan. Operasi kecantikan adalah salah satu cabang dari operasi plastik. Operasi plastik fokus kepada rekonstruksi atau perbaikan cacat dan kekurangan fungsional pada fisik pasien yang dikarenakan oleh penyakit, cedera, penyakit bawaan dan pembedahan yang pernah dijalani.

Sementara operasi kecantikan merupakan cabang khusus dari operasi plastik yang hanya dilakukan untuk memperindah penampilan pasien, termasuk membuat wajah dan tubuh pasien menjadi simetris, proporsional, dan menarik meskipun bagian tubuh yang dibedah tidak memiliki kelainan atau kerusakan sama sekali.

Baca Juga :  Pengkhianatan Anak Bangsa pada Negaranya: al-Maidah 51

Jika kita berpegang kepada dua definisi yang berbeda antara operasi plastik dengan operasi kecantikan, maka secara zahir dapat kita simpulkan bahwa operasi plastik itu hukumnya adalah boleh. Sementara operasi kecantikan besar kemungkinan hukumnya adalah haram.

Boleh, Jika Darurat

Untuk kebolehan operasi plastik, itu dikarenakan dilakukan pada kondisi darurat. Prinsip dasar dalam hukum Islam adalah sesuatu yang masuk kedalam kategori darurat, membuat ia dibolehkan meskipun hukum asalnya adalah haram (al-dharuratu tubiihu al-mahzhuraat).

Selain itu, di zaman Nabi Saw. sendiri pernah terjadi seorang sahabat yang melakukan “operasi hidung” akibat luka saat peperangan. Riwayat tersebut bersumber dari riwayat al-Tirmidzi, Abu Dawud, dan al-Nasa’I,

عن عرفجة بن أسعد أنه أصيب أنفه يوم الكُلاب في الجاهلية – يوم وقعت فيه حرب في الجاهلية – فاتخذ أنفا من وَرِق ( أي فضة ) فأنتن عليه فأمره النبي صلى الله عليه وسلم أن يتخذ أنفا من ذهب

“Dari ‘Arfajah bin As’ad, bahwasanya ia pernah terkena luka di hidungnya saat peristiwa yaum al-Kullab (salah satu perang di zaman Jahiliyyah). Kemudian dia memperbaiki hidungnya dengan jenis perak. Perak itu kemudian mengeluarkan bau yang busuk. Kemudian, Nabi Saw. memerintahkannya untuk menggantinya dengan emas.”

Hadis ini kemudian oleh para ulama dipahami bolehnya melakukan operasi plastik atu sejenisnya untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak atau bentuknya tidak sesuai dengan manusia pada umumnya. Karena ‘illat atau sebab pengharamannya adalah bertujuan untuk mempercantik diri. Penjelasan ini terdapat dalam hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud Ra.,

سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يلعن المتنمصات والمتفلجات للحسن اللاتي يغيرن خلق الله

“Aku mendengar Rasulullah Saw. melaknat para pencukur semua rambut (alis, bulu mata) yang ada di wajah dan pengkikir gigi, untuk tujuan kecantikan yang (menyebabkan) mereka para wanita merubah ciptaan Allah.”

Pernyataan Imam al-Nawawi soal Operasi Plastik

Imam al-Nawawi, ketika memberikan penjelasan hadis ini mengatakan,

Baca Juga :  Cara Menjadi Muslim Terbaik Menurut Rasulullah

وأما قوله : ( المتفلجات للحسن ) فمعناه يفعلن ذلك طلبا للحسن ، وفيه إشارة إلى أن الحرام هو المفعول لطلب الحسن ، أما لو احتاجت إليه لعلاج أو عيب في السن ونحوه فلا بأس والله أعلم

“Adapun pernyataan dalam hadis ((para pengerik gigi untuk kecantikan)) maka maknanya mereka melakukannya untuk tujuan kecantikan. Hadis ini menjadi isyarat bahwa yang haram adalah yang bertujuan mempercantik diri (sampai merubah ciptaan Allah). Adapun kalau seseorang benar-benar membutuhkannya untuk alasan pengobatan atau aib yang (tidak semestinya) terjadi pada umurnya, atau yang semisalnya, maka tidak apa-apa. Wallahu A’lam”

Karena itu, operasi kecantikan menjadi haram karena merubah bagian tubuh yang sebenarnya sehat dan tidak ada dampak luka yang sangat parah namun mereka tetap melakukannya, seperti operasi memancungkan hidung atau operasi di dagu. Wallahu A’lam.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here