Apa Azab Kubur Bagi Orang yang Suka Berbohong?

0
9846

BincangSyariah.Com – Perbuatan bohong akan menimbulkan rasa saling membenci antara sesama teman. Rasa saling percaya akan hilang dan akan tercipta suatu bentuk masyarakat yang tidak berlandaskan asas saling tolong menolong atau gotong royong.  Jika kebohongan merajalela di tengah-tengah masyarakat maka rasa senang dan keakraban akan hilang.

Demikianlah akibat yang bisa ditimbulkan dari sikap suka bohong. Karena itu hindarilah berbohong. Rasulullah memperingatkan kepada umatnya akan pedihnya siksa kubur yang akan menimpa seseorang yang suka berbohong

رَأَيْتُ رَجُلَيْنِ أَتَيَانِي، قَالاَ: اَلَّذِى رَأَيْتَهُ يُشَقُّ شِدْقُهُ فَكَذَّابٌ، يَكْذِبُ بِالْكَذْبَةِ تُحْمَلُ عَنْهُ حَتَّى تَبْلُغُ الآفَاقَ، فَيُصْنَعُ بِهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ

Aku melihat dalam mimpi dua orang Malaikat, keduanya berkata: “Orang yang engkau lihat mulutnya dikoyak hingga telinga, adalah seorang pembohong. Ia berbohong hingga kebohongannya tersebut dibebankan kepadanya hingga mencapai ufuk, maka dibuatlah ia diberi beban seperti itu hingga hari kiamat.” (HR. Bukhari)

Dalam kitab Irsyad al-Syari, hadis ini Imam Bukhari sebutkan secara ringkas dalam bab al-Adab sedangkan dalam bab al-Janaiz meriwayatkan dalam hadis lebih panjang.

Dalam riwayat yang panjang disebutlan bahwa pada saat itu Nabi melihat dua orang malaikat dalam mimpinya mendatangi beliau kemudian mereka menarik tangannya dan membawanya ke tanah suci, di sana ada seorang laki-laki yang berdiri dengan tangannya kemudian ada besi yang dimasukkan dari rahang hingga tembus ke pingangnya kemudian dilakukan hal yang sama dengan rahang lainnya hingga mencapai pinggang sebelahnya, demikian berulang-ulang terjadi. Lalu Nabi bertanya, “Kenapa ini?” lalu para malaikat menjawab seperti hadis di atas.

Hadis ini menjelaskan bahwa berbohong merupakan hal yang tidak diperbolehkan. Namun para ulama berbeda pendapat mengenai tingkatan larangannya berdasarkan sebesar apa akibat kebohongan tersebut kepada orang-orang yang dibohongi.

Baca Juga :  Sekali Lakukan Perbuatan Buruk Ini, Anda Akan Lakukan Perbuatan Buruk Lainnya

Kebohongan yang parah dosa yang dibebankan padanya hingga mencapai ufuk. Orang yang berbohong pun akan merasakan dosa atau siksa kubur akibat perbuatannya tersebut hingga hari kiamat. Rasulullah bahkan sangat menghindari berbohong walaupun itu hanya sebagai gurauan. Beliau adalah orang yang tidak berbohong.

Karena itu, berhati-hatilah dalam mengatakan sesuatu. Jika memang telah berbohong maka lebih baik mengakuinya kebenarannya kemudian meminta maaf kepada yang bersangkutan dan bertaubat kepada Allah Swt, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here