Anjuran Minta Didoakan Orang Lain

0
1891

BincangSyariah.Com – Kata orang kehidupan itu seperti roda berputar, tidak bisa selamanya kita mengalami yang senang-senang saja. Ada kalanya kita berada di bagian roda bawah. Saat kita sedang berada di bawah, apa yang biasanya kita lakukan? Apa kita marah kepada Allah? Atau kita terus mengeluh tanpa henti? Jika satu atau kedua hal tersebut adalah hal yang biasa diperbuat selagi di roda bagian bawah, sebaiknya kita berhenti melakukannya karena marah-marah dan mengeluh itu tidak ada gunanya. Hal terbaik yang bisa kamu lakukan adalah berdoa. (Doa Orangtua untuk Anak yang Hendak Menikah)

Akan ada makna di balik setiap hal yang terjadi dalam kehidupan, karena itu teruslah berdoa dan memohon kepada Allah agar dikuatkan.  Doa adalah jalan keselamatan, tangga pengantar, sesuatu yang dituntut oleh orang-orang yang berpengetahuan, kendaraan orang-orang shalih, tempat berlindung bagi kaum yang terzalimi dan tertindas, melalui doa nikmat diturunkan dan melaluinya pula murka dihindarkan. Sebab itulah kita memiliki kebutuhan yang besar  akan doa, terlebih doa adalah senjata bagi seorang muslim. Dalam kitab at Targhib wa Tarhib karya Imam Hafidz Zaqqiuddin bin Abd al Qawi al Mundziri disebutkan:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم  الدعاء سلاح المؤمن وعماد الدين ونور السموات والأرض.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda : ” Doa adalah senjatanya orang beriman, tiangnya agama dan cahayanya langit dan bumi “. (HR Al Hakim)

Dengan meilihat betapa ampuhnya sebuah doa, kita jadi sering memintakan doa kepada orang lain. Mendoakan orang lain atau didoakan orang lain, dua-duanya merupakan amalan yang mulia. Kita akan dibalas dengan doa kebaikan yang sama jika kita mendoakan orang lain, bahkan Allah secara khusus mengutus malaikat untuk menjaganya. Lantas bagaimana dengan manfaat didoakan oleh orang lain?  Dalam kitab Siyar A’lam An Nubala karya Imam az Zahabi menjelaskan:

ينبغي أن نكون بدعاء إخواننا أوثق منا بأعمالنا نخاف أعمالنا التقصير ونرجوا أن تكون بدعائهم لنا مخلصين

Sepatutnya kita lebih mengharapkan manfaat doa dari saudara kita ketimbang mengandalkan amal ibadah kita sendiri. Kita khawatir jangan-jangan dalam amal ibadah kita ada kelalaian, sedangkan dalam doa mereka ada keikhlasan

Keterangan tersebut menyebutkan bahwa kita seyogyanya lebih besar mengharapkan sebuah doa dari orang lain yang dipenuhi keikhlasan. Mengapa demikian? Sebab doa yang diiringi dengan keihklasan nan tulus akan lebih cepat didengar oleh Allah. Berbeda dengab doa sendiri, belum tentu kita bisa menghadiran ketulusan dan keikhlasan dalam berdoa. Bahkan dalam keterangn di atas diingatkan bahwa bisa saja ada lalai dalam setiap ibadah yang kita jalankan. Jelas dapat dimengerti bagaimana perbedaan sebuah doa orang yang ikhlas dan tidak.

Oleh karena itu tak heran jika banyak dari sekian manusia yang terdengar  minta didoakan dalam sebagian urusannya. Mungkin terdengar aneh bagi yang belum terbiasa. Namun jika hendak mau mencoba, nantikan saja perbedaan doa dari sosok yang berdoa ikhlas dan sebaliknya. Bagi umat Islam, mendoakan kebaikan adalah bukti cinta. Ketika kita bertemu dengan orang yang kita cintai, kita doakan semoga Allah memberikan kebaikan baginya. Karena sumber kebaikan hanya Allah. Dan kita memohon kepada Allah agar Dia memberikan kebaikan itu kepada makhluk yang kita cintai.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here