Anjuran Sunnah Setelah Berjabat Tangan 

0
11

BincangSyariah.Com –  Sebagai orang Timur, masyarakat Indonesia tergolong masyarakat yang menjunjung tinggi nilai budaya. Salah satu tradisi khas masyarakat di Indonesia adalah bersalaman atau berjabat tangan. Lantas bagaimana anjuran sunnah setelah berjabat tangan dalam Islam? Berikut keterangannya:

Dalam Islam, berjabat tangan atau bersalaman hukumnya adalah sunnah. Hal ini sejalan dengan hadis nabi Muhammad Saw. Beliau bersabda:

وتسن مصافحة الرجلين والمراتين

Artinya: “Dua orang Muslim yang bertemu, lantas keduanya berjabat tangan Allah ampuni dosa keduanya sebelum mereka berpisah.”

Terdapat juga hadis Nabi:

تصافحوا يذهب الغل منكم وفي رواية من قلوبكم

Artinya: saling berjabat tanganlah kamu, Tuhan akan menghilangkan rasa sakit hati dalam dirimu. 

Dalam sejarah Islam, orang yang pertama kali melaksanakan bersalaman adalah sekelompok orang yang datang dari Yaman. Mereka datang kepada Nabi Muhammad, lantas ketika bertemu, mereka  berjabat tangan. Kisah ini sebagaimana hadis yang diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dengan Riwayat Shohih. 

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ حَدَّثَنَا حُمَيْدٌ عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ لَمَّا جَاءَ أَهْلُ الْيَمَنِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَدْ جَاءَكُمْ أَهْلُ الْيَمَنِ وَهُمْ أَوَّلُ مَنْ جَاءَ بِالْمُصَافَحَةِ

Artinya; Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il berkata, telah menceritakan kepada kami Hammad berkata, telah menceritakan kepada kami Humaid dari Anas bin Malik ia berkata; Manakala datang Penduduk kota Yaman, Rasul bersabda; “sesungguhnya telah datang kepada kamu, penduduk negeri Yaman, dan merekalah pelopor utama dalam hal berjabat tangan”.  

Nah, ada pemandangan unik dalam tradisi berjabat tangan di Indonesia. Jamak kita lihat di Indonesia, ada orang setelah berjabat tangan, lantas meletakkan tangannya di kepala. Konon Katanya berguna untuk menjadikan ahli ia ahli pikir (intelektual). Di sisi lain, ada juga orang setelah berjabat tangan, lalu meletakkan tangannya ke dada. Konon juga,  alasannya untuk menjadi ahli zikir dan ahli tasawuf.

Ada juga sebagian masyarakat, setelah berjabat tangan dengan orang lain, lantas meletakkan  tangannya di kening. Alasannya, untuk menghormati lawan bersalaman. Ada juga,  setelah berjabat tangan, tak melakukan apa pun– meletakkan tangannya pada posisi biasa. 

Timbul persoalan, bagaimana hukum berjabat seperti demikian? Apakah ada anjuran Islam terkait cara bersalaman seperti ini? Dan bagaimana Islam menganjurkan manusia ketika selesai berjabat tangan?

Tradisi seperti ini kata, Syekh KH. Mahmuddin Pasaribu, Rais Syuriah PWNU Sumut tak ada dijumpai keterangan terkait perbuatan demikian. Itu hanya sebatas tradisi. Lebih lanjut, ada pun anjuran yang disunatkan oleh ulama  adalah mengecup tangan sendiri ketika selesai berjabat tangan. 

Pendapat ini sebagaimana dituliskan diutarakan oleh Ibn Hajar Al Haitami pengarang kitab Tuhfah Muhtaj ,  sebagaimana dikutip oleh Imam Syeikh Abdurrahman Ba’alawi dalam Kitab Bughyatul Mustarsyidin, Ia menerangkan; 

ويسن تقبيل يد نفسه بعد المصافحة

Artinya; Sunnah hukumnya bagi orang setelah berjabat tangan/salaman untuk mengecup tangannya sendiri. 

Demikian keterangan anjuran sunnah setelah berjabat tangan.

(Baca: Ketika Berjabat Tangan, Sebaiknya dengan Dua atau Satu Tangan?)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here