Anjuran Nabi agar Merayakan Pernikahan

0
1038

BincangSyariah.Com – Pernikahan adalah sebuah jalan untuk menggenapkan agama setiap insan. Lewat pernikahan Allah menyatukan dua insan tidak hanya raga tetapi juga jiwa mereka menjadi satu dalam ikatan suci. Dengan diucapkannya ijab dan Kabul maka bermesraannya dua sejoli bukan lagi bernilai maksiat tetapi akan bernilai ibadah.

Oleh karena itu pernikahan harus dilaksanakan secara keagamaan, jika tidak demikian pertemuan antara laki-laki dan perempuan itu tidak lebih baik daripada pertemuan antar hewan. Salah satu yang dianjurkan untuk dikerjakan dalam pernikahan adalah bahwa syariat memerintahkan agar diselenggarakan perjamuan atau perayaan dalam setiap pernikahan.

Sebagaimana ketika Abdurrrahman bin Auf merayakan perkawinannya, Nabi Saw. berkata

 أَوْلِمْ وَلَوْ بِشَاةٍ

“Buatlah satu pesta perkawinan meskipun hanya dengan seekor kambing” (Hr. Bukhari)

Merayakan pernikahan atau walimah hukumnya hanya sunnah bagi yang bisa melakukannya. Sebab menurut riwayat, Nabi hanya merayakan walimah pada pernikahanya dengan Shafiyyah dan Zainab saja. Sebagaimana disebutkan

عَنْ ثَابِتٍ عَنْ أَنَسٍ قَالَ مَا أَوْلَمَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى شَيْءٍ مِنْ نِسَائِهِ مَا أَوْلَمَ عَلَى زَيْنَبَ أَوْلَمَ بِشَاةٍ

Dari Tsabit meriwayatkan dari Anas, dia berkata, “Nabi tak pernah mengadakan walimah terhadap seorang pun dari isteri-isterinya sebagaimana walimah yang beliau adakan atas pernikahannya dengan Zainab. Saat itu, beliau mengadakan walimah dengan seekor kambing.” (HR. Bukhari)

Dalam riwayat lain juga disebutkan

عَنْ أَنَسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَعْتَقَ صَفِيَّةَ وَتَزَوَّجَهَا وَجَعَلَ عِتْقَهَا صَدَاقَهَا وَأَوْلَمَ عَلَيْهَا بِحَيْسٍ

“Dari Anas sesungguhnya Nabi Saw membebaskan Shafiyyah lalu beliau menikahinya, dan beliau menjadikan pembebasannya itu sebagai maharnya. Kemudian beliau mengadakan walimah dengan Hais (sejenis makanan dengan bahan kurma, tepung & samin).”  (HR. Bukhari)

Baca Juga :  Diundang Resepsi Pernikahan, Apa Hukumnya Meneruskan Puasa Sunnah?

Hidangan yang disuguhkan pun bisa apa saja, sebagaimana ketika Nabi Saw. sendiri merayakan perkawinannya dengan Shafiyah, dimana beliau membuat pesta perkawinan dengan hanya menghidangkan kurma dan gandum.

Namun bagi yang mampu merayakannya dengan menghidangkan makanan mewah dari kambing, sapi atau sejenisnya maka dia disunnahkan menjamu dengan hidangan tersebut. Sebab perayaan walimah adalah untuk mengabarkan kegembiraan dan jamuan-jamuan yang dihidangkan kepada masyarakat adalah untuk mengisyaratkan hal tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here