Anjuran Membebaskan Utang Orang Susah

0
410

BincangSyariah.Com – Jika ada orang lain mempunyai utang kepada kita, maka kita boleh menagihnya hingga dia melunasi utangnya. Meski demikian, kita dianjurkan untuk membebaskan utang atau menyedekahkannya kepada orang yang berutang tersebut. Namun bagaimana jika menyedekahkan utang tanpa sepengetahuan orang yang berutang, apakah sah?

Menyedekahkan utang kepada orang yang berutang hukumnya sunah, dan juga sah meskipun tanpa sepengetahuan orang yang berutang. Dalam menyedekahkan utang tidak disyaratkan harus diketahui oleh orang berutang. Hal ini karena harta yang dipinjam oleh orang berutang tersebut adalah milik kita dan kita boleh menggunakannya tanpa sepengetahuan dan izin orang yang berutang.

Di dalam Islam, kita sangat dianjurkan untuk membebaskan atau menyedekahkan utang kepada orang yang berutang, meski tanpa sepengetahunnya. Dalam surah al-Baqarah ayat 280, Allah berfirman;

وَإِنْ كَانَ ذُو عُسْرَةٍ فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ وَأَنْ تَصَدَّقُوا خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesukaran, maka berilah tangguh (tempo) sampai dia memiliki kelapangan. Dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui.”

Disebutkan dalam hadis riwayat Imam Muslim dari Abu Qatadah, dia berkata bahwa dia pernah mendengar Nabi saw bersabda;

مَنْ سَرَّهُ أنْ يُنَجِّيَهُ اللهُ مِنْ كُرَبِ يَوْمِ القِيَامَةِ، فَلْيُنَفِّسْ عَنْ مُعْسِرٍ أَوْ يَضَعْ عَنْهُ

“Barangsiapa yang senang diselamatkan oleh Allah dari kesusahan hari kiamat, maka hendaknya dia menghilangkan kesusahan orang yang kesusahan (membayar utang) atau membebaskannya.”

Juga disebutkan dalam hadis riwayat Imam Bukhari dari Huzaifah bin al-Yaman, dia pernah Nabi saw bersabda;

إن رجلا كان فيمن كان قبلكم أتاه الملك ليقبض روحه ، فقيل له : هل عملت من خير ؟ ، قال : ما أعلم ، قيل له : انظر ، فقال : ما أعلم شيئا ، غير أني كنت أبايع الناس في الدنيا وأجازيهم ، فأنظر الموسر ، وأتجاوز عن المعسر ، فأدخله الله الجنة

Baca Juga :  Hikmah Diciptakannya Setan

“Ada seorang laki-laki yang hidup sebelum kalian. Lalu datang malaikat untuk mencabut ruhnya. Kemudian ditanyakan kepadanya, ‘Apakah kamu pernah berbuat kebaikan?’ Dia menjawab, ‘Saya tidak tahu.’ Dikatakan lagi kepadanya, ‘Lihatlah.’ Dia menjawab, ‘Saya tidak mengetahui sesuatu amalan baik pun, hanya saja aku pernah berjual beli barang dengan manusia ketika di dunia dan aku mencukupi kebutuhan mereka. Aku memberi keluasan bagi orang mampu bayar dan membebaskan untuk orang yang kesulitan.’ Maka Allah memasukkan laki-laki tersebut ke dalam surga.’”



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here