Angkat Topik Genealogi Tafsir Maqashidi, PSQ Selenggarakan KMQ ke-9

0
476

BincangSyariah.Com – Pusat Studi Al-Quran (PSQ) kembali menggelar Kajian Membumikan Al-Quran (KMQ) dengan mengangkat topik “Genealogi Tafsir Maqashidi: Ide, Metodologi, dan Aplikasi” pada Rabu (22/01/2020) pukul 13.30 – 15.30 yang bertempat di Aula PSQ. Sedianya KMQ ini merupakan kajian rutin yang diselenggarakan PSQ setiap akhir bulan dan diperuntukkan bagi masyarakat umum. Pada kesempatan kajian perdana Tahun 2020 kali ini, Kusmana dihadirkan sebagai narasumber dan didampingi oleh Syahrullah Iskandar selaku moderator acara.

Kusmana dalam presentasinya menjelaskan bahwa tafsir maqasidi sebagai sebuah sistem berpikir (system of thought) dalam memahami ayat al-Quran pertama kali digaungkan Muhammad Abduh di Mesir. Dengan memosisikan al-Quran sebagai kitab petunjuk (hudan) Abduh hendak mendobrak disrupsi wacana tradisi teks yang reduktif dengan cara kerja akal guna membebaskan umat dari rantai imitasi yang sempit.

“Karakter pemikiran Muhammad Abduh didasarkan pada pertimbangan kemanfaatan/kemaslahatan. Bagi Abduh, maslahah adalah konseptualisasi akal pada dua sisi, pertama dapat bekerjasama dengan wahyu dan kedua dapat bekerja sendiri dalam menentukan mana yang baik dan buruk bagi masyarakat,” terang dosen tafsir dari UIN Syarif Hidayatullah ini.

Pasca Abduh, lanjut Kusmana, pemikiran tafsir maqashidi terus berkembang dengan para sarjana semisal Rasyid Ridha, Thahir Ibnu ‘Asyur, Jasser Auda, dan dari Indonesia ada Kuntowijoyo dengan gagasan paradigma al-Qurannya.

Dalam sesi tanya jawab salah satu peserta dari alumni Pendidikan Kader Mufassir angkatan XI mempertanyakan terkait sistematika penafsiran dengan menggunakan tafsir maqashidi ini.

Untuk menjawab ini, Kusmana memaparkan sepuluh rumusan penting yang diambil dari pemikiran Rasyid Ridha dalam bukunya al-Wahy al-Muhamamdi yaitu iman, kenabian, Islam sebagai agama penyempurna, Islam sebagai agama perbaikan manusia di berbagai bidang, Islam sebagai agama yang mudah dan moderat, konsep negara dalam islam dengan menekankan keadilan, tujuh tonggak perbaikan keuangan, Islam sebagai agama perdamaian, pemberian semua hak kepada perempuan, dan anjuran untuk membebaskan perbudakan.

Baca Juga :  Hukum Mengajarkan Azan Kepada Non-Muslim

Para peserta dari berbagai kampus dan lembaga seperti UIN Jakarta, IIQ, PTIQ, alumni PKM, dan santri Bayt Quran tampak antusias mengikuti alur diskusi selama dua jam lebih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here