Anggota Keluarga yang Wajib Dibayarkan Zakat Fitrah

0
4728

BincangSyariah.Com – Dalam kitab Al-Umm, Imam Syafi’i mengatakan bahwa ketika seseorang telah memenuhi syarat untuk membayar zakat fitri (populer dengan sebutan zakat fitrah) atas dirinya sendiri, maka dia juga diwajibkan membayar zakat fitri atas orang-orang yang wajib dia nafkahi. Kesimpulan ini beliau sarikan berdasarkan hadis dari Ja’far bin Muhammad, dari bapaknya;

أَن رَسُوْلَ الله صلى الله عليه وسلم فَرَضَ زَكَاةَ اْلفِطْرِ عَلىَ اْلحُر وَاْلعَبْدِ وَالذكر وَاْلأُنْثَى مِمَنْ يَمُوْنُوْنَ

Sesungguhnya Rasulullah Saw. mewajibkan zakat fitri atas orang merdeka, hamba sahaya, laki-laki dan perempuan dari orang-orang yang mereka tanggung nafkahnya.

Semua orang yang wajib kita nafkahi, maka wajib pula kita membayar zakat fitri atasnya. Adapun orang-orang yang wajib kita nafkahi adalah orang tua kandung yang faqir, isteri dan anak kandung yang belum baligh dan fakir, atau sudah baligh namun fakir dan belum mampu bekerja.

Adapun anak kandung yang sudah baligh dan sudah mampu bekerja, maka dia wajib membayar zakat fitri atas dirinya sendiri. Apabila orang tua atau orang lain ingin membayarkan zakat fitri atas diri anak tersebut, maka harus ada pernyataan perwakilan dan izin dari anak tersebut baik dalam membayarkan zakat fitri maupun dalam niatnya.

Adapun kerabat yang tidak wajib dinafkahi, maka tidak wajib pula untuk dibayarkan zakat fitri atas dirinya. Bahkan tidak sah apabila dibayarkan zakat fitri atas dirinya tanpa seizin darinya terlebih dahulu. Apabila ingin membayarkar zakat fitri atas dirinya, maka harus ada pernyataan perwakilan dan izin terlebih dahulu dari kerabat tersebut.

Dalam kitab Almajmu, Imam al-Nawawi menyebutkan bahwa saudara kandung dan anaknya, paman dan anaknya dan semua kerabat selain orang tua kandung dan anak kandung tidak wajib dinafkahi dan dibayarkan zakat fitri. Yang wajib dinafkahi dan dibayarkan zakat fitri hanya orang tua kandung dan anak kandung apabila mereka faqir dan tidak mampu bekerja.

Baca Juga :  Hikmah Pagi: Apakah Kita Ini Orang Penting

Adapun urutan pembayaran zakat fitri, sebagaimana disebutkan dalam kitab Alfiqhul Manhaji, harus dimulai dari sendiri, kemudian isteri, anak kandung yang masih kecil, bapak kandung, ibu kandung dan terakhir anak kandung yang telah dewasa namun belum mampu bekerja.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here