Aneka Potensi Instrumen Syariah di Tengah Covid-19

0
66

BincangSyariah.com – Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama islam. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai 207 juta muslim atau 87.18% dari penduduk Indonesia (BPS 2010). Sehingga banyak instrument syariah yang bisa digali potensinya.

Saat ini, dunia sedang dihadapkan pada wabah virus yang memporakporandakan keadaan ekonomi Negara di berbagai belahan dunia. Tidak hanya Indonesia yang merasakan dampak dahsyatnya wabah ini, bahkan Negara-negara maju yang lain ikut merasakannya. Seperti Amerika Serikat, menjadi negara dengan kasus virus Corona (COVID-19) tertinggi di dunia. Berbagai cara dilakukan untuk menghadapi wabah ini. Namun nyatanya hal ini belum berhasil secara sempurna.

Sebenarnya ada banyak cara untuk membiayai penanggulangan COVID 19 ini, yaitu: melalui pajak dan juga utang. Mengutip The Jakarta Post, pajak sayangnya tidak dapat menghasilkan uang dalam jumlah besar dalam waktu yang singkat, untuk itu pemerintah Indonesia memutuskan untuk menerbitkan surat utang 50 tahun pertama dari Negara Asia. Memiliki nilai sebesar 1 miliar dollar, surat utang dengan jangka waktu 50 tahun. Menurut katadata.co.id, Kementerian keuangan mencatat posisi utang pemerintah per akhir April 2020 naik sekitar 14,2% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 5.172,48 triliun. Adapun rasio utang tercatat 31,78% terhadap PDB Indonesia.

Sebenarnya ada hal lain yang bisa dilakukan untuk membiayai penanggulangan COVID 19 ini, seperti dengan cara menggali potensi instrumen syariah di Indonesia salah satunya adalah di tengah wabah COVID 19 saat ini, pemerintah yang sedang kekurangan banyak dana bisa menggali potensi keuangan syariah yang ada untuk mendapatkan tambahan dana.

Sukuk

Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah dengan cara pemerintah menerbitkan sukuk Negara. Sebagaimana pengertian dari sukuk Negara itu sendiri adalah surat bukti penyertaan suatu asset dimana asset tersebut adalah milik Negara. Sehingga para investor akan tetap tertarik dengan sukuk Negara ini dikarenakan resiko gagal bayar yang rendah. Dan pemerintah tidak perlu membayar atau mengembalikan dana kepada investor dalam bentuk dollar sehingga pemerintah tidak perlu berperang dengan suku bunga dan lagi tidak terlalu membebankan pemerintah karena harus mengikuti fluktuasi suku bunga.

Perbankan Syariah

Hal lain yang dapat digali juga sebagai upaya untuk membiayai penanggulangan Covid-19 ini adalah memperkuat perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat membantu untuk penanggulangan Covid-19 karena perbankan syariah tidak memakai basis bunga sehingga perbankan syariah lebih tahan terhadap krisis. Potensi untuk mengembangkan perbankan syariah di Indonesia ini sendiri cukup besar karena sebagian besar penduduk Indonesia beragama islam. Namun sayangnya banyak muslim Indonesia yang belum menaruh tryst terhadap perbankan syariah di Indonesia. Hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi pemerintah Indonesia bagaimana caranya agar Instrumen syariah dapat lebih berkembang lagi.

Zakat, Infak dan Sedekah

Tidak hanya itu, instrumen zakat juga bisa digali potensinya karena umat muslim di Indonesia jumlahnya sangatlah banyak sehingga sebagian dari masayarakat muslim Indonesia bisa berperan sebagai muzakki. Dana zakat yang terkumpul bisa disalurkan kepada masyarakat yang terdampak Covid-19, sehingga dapat membantu meringankan sedikit beban pemerintah. Ketika kedelapan asnaf tersebut menerima dana zakat para mustahiq bisa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhan hidup yang nantinya akan memberi efek pada peningkatan agregat demand massyarakat dan juga bisa menigkatkan agregat supply nya hal ini akan membuat perekonomian Indonesia lebih terjaga.

Pemerintah seharusnya bisa mengembangkan sumber pendapatan negaranya melalui optimalisasi zakat, wakaf, infak dan sedekah. Hal ini dikarenakan apabila pemerintah bisa mengoptimalkan zakat, wakaf, infak dan sedekah maka dana yang terkumpul nantinya bisa digunakan untuk membantu meringankan beban negara seperti untukn pengentasan kemiskinan, membuat program wakaf berdaya atau sebagainya sehingga pemerintah nantinya tidak perlu lagi mengalokasikan APBN untuk hal hal yang sekiranya bisa diatasi dengan menggunakan dana zakat, wakaf, infak dan sedekah.

Membayar zakat dapat mengurangi pembayaran pajak. Tapi, zakat dan pajak tidak bisa berjalan berdampingan adalah karena zakat merupakan kewajiban seorang muslim yang memiliki kelebihan harta sedangkan pajak ialah kewajiban warga negara kepada negaranya. Tidak semua masyarakat Indonesia beragama islam sehingga sangat sulit rasanya apabila zakat dan pajak berjalan berdampingan sebagai sumber pendapatan negara.

Hal ini dikarenakan apabila zakat dijadikan sebagai sumber pendapatan negara maka penduduk non-muslim belum tentu mau ikut membayar serta zakat dikeluarkan apabila seorang muslim memiliki harta yang sudah mencapai nishabnya sehingga tidak semua umat muslim wajib membayar zakat. Berbeda dengan pajak yang merupakan kewajiban yang harus dibayarkan oleh warga negara dengan tidak memandang agama, dan lain sebagainya.

Wakaf dan Hibah

Instrumen syariah yang lain yang dapat dimanfaatkan adalah dana hibah dan wakaf. Hibah merupakan hadiah yang diberikan seseorang kepada orang lain yang bukan saudara kandung atau suami/istri. Sedangkan wakaf merupakan pemberian dengan menahan zat-nya dan memberikan manfaatnya. Kedua instrumen ini dapat dimanfaatkan agar lebih produktif lagi.

Salah satunya pemanfaatannya diantaranya adalah dengan pemberdayaan masyarakat yang saat ini masuk ke dalam angka pengangguran akibat terdampak Covid-19. Bentuk pemberdayaan masyarakatnya denga memberikan tempat usaha, pelatihan dan lain sebagainya. Kasubdit Edukasi Inovasi dan Kerjasama Zakat dan Wakaf Direktorat Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementrian Agama RI M. Fuad Nasar mengungkapkan potensi wakaf dan hibah di Indonesia sangat besar. Jika wakaf dapat dikelola dengan baik dapat dimanfaatkan untuk kesejahteraan bangsa dan umat muslim.

Potensi wakaf dan hibah di Indonesia cukup besar, belakangan ini masyarakat kita mengenal wakaf dalam bentuk harta bergerak atau wakaf uang. Jika ini dikelola dengan baik dapat mensejahterakan umat.

Banyak instrumen syariah yang bisa digali potensinya untuk membantu mengurangi beban pemerintah dalam menangani COVID 19. Maka alangkah lebih baik instrumen-instrumen syariah ini bisa dikembangkan lebih baik lagi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here