Andaikan Aku Dapat Mengusulkan ke UAS Tentang Ceramah “Salib”-nya

1
607

BincangSyariah.Com – Pasca diperkarakan oleh sejumlah pemuda kristiani yang menamai dirinya Brigade Meo di Polda NTT, riak-riak soal potongan ceramah Ustadz Abdul Somad (UAS) mengenai “salib sebagai tempat bersemayam jin” terus berjalan. Belakangan, mahasiswa Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) dipimpin oleh ketuanya langsung ikut melaporkan UAS) dengan delik yang sama, “penistaan agama”. Belakangan tidak hanya dua kelompok itu saja yang melaporkan.

Meskipun sebenarnya di kalangan Kristiani juga bermunculan suara-suara untuk tidak membawanya ke ranah hukum. Misalnya, datang dari Albertus Patty, ketua PGI yang mengatakan persoalan ini sebaiknya diselesaikan dalam forum klarifikasi. Saya juga mencatat sahabat kami dari kalangan Katolik, seorang frater, juga memiliki pendapat yang sama, tidak perlu masuk ke ranah hukum. Ia menekankan sebuah kritik atas kenyataan internal komunitas beragama kita, bernada nyaring ketika membahas keyakinan agama lain sampai pada tahap yang kurang elok, dan kita sering berdalih “untuk internal sendiri”.

UAS kemudian sudah menerima undangan hadir di MUI untuk mengklarifikasinya. Hasilnya, beliau merasa tidak perlu meminta maaf karena seperti yang sudah ia sampaikan di sebuah forum ceramah, hanya untuk internal dan itu sudah tiga tahun yang lalu, di sebuah ceramah setelah shalat Subuh di Masjid An-Nur, Riau. Beliau juga menegaskan, “itu dalam kapasitas saya ditanya, bukan memang untuk tema kajian “perbandingan agama”, lalu “saya tidak mungkin melarang orang untuk bilang “matikan hape, matikan hape””. Demikian ungkap beliau.

Mendorong Suara-Suara Silaturahmi dan Saling Memohon Maaf

Di era digital seperti sekarang, dengan kesadaran penuh ketika kita merekam kegiatan kita, apapun itu maka sudah menjadi komoditas publik. Mengunggah konten ke kanal semisal youtube yang terbuka untuk dilihat siapapun, maka sudah menjadi konsumsi publik, dilihat siapapun, dan terbuka untuk ditanggapi juga. Bahkan, sekat-sekat internal dan eksternal jelas sudah tidak ada lagi (Lebih lanjut tentang ini, bincangsyariah sudah memuat ulasan tentang UAS dan relasinya dengan realita media sosial ini yg diulas oleh Dr. Makyun Subuki, pakar bahasa dari UIN Jakarta).

Baca Juga :  Doa Saat Hadapi Ujian Sekolah Agar Lancar dan Lulus

Hemat saya, agar persoalan ini tidak menjadi bom waktu berupa fenomena saling melaporkan dari masing-masing penganut Islam dan Kristiani, saya merasa suara-suara yang mengajak tabayun dari kedua belah pihak harus didukung. Dan, sangat bagus misalnya bisa dipertemukan antara yang memperkarakan dengan UAS dengan difasilitasi oleh organisasi masyarakat di internal masing-masing agama atau organisasi semisal Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) atau MUI dengan lembaga yang otoritatif dari umat Kristiani semisal PGi. Saya berpandangan itu akan menjadi jalan keluar yang bagus untuk mencairkan suasana, saling memahami, dan tidak bertahan di kelompok masing-masing apalagi terus memanaskan keadaan.

Dengan terjadinya pertemuan antara pihak-pihak yang berselisih itu, diharapkan semua mau berlapang dada untuk menyatakan memohon maaf dalam persoalan ini. Saya – andai jika memang beliau, UAS, membaca ini – berpandangan meminta maaf tidak mengurangi sedikitpun keagungan ajaran Islam atau sebuah persangkaan sebagai melemahkan Islam. Bukankah kalau saling memaafkan ini terjadi, kita juga masih dalam koridor menjalankan agama Islam yaitu, persatuan dan jangan berpecah belah seperti dalam surah ‘Ali ‘Imran [3],

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

« dan berpegang teguhlah semuanya dengan tali Allah dan jangan bercerai berai. Ingatlah nikmat Allah yang dianugerahkan kepadamu, (yaitu) ketika kalian dahulu saling bermusuhan lalu (Allah) menyatukan hati kalian. Kemudian, kalian karena (anugerah) nikmat-Nya menjadi bersaudara. Dan kalian dahulu berada di tepi lubang ke neraka lalu Allah selamatkan kalian dari sana. Demikian Allah menjelaskan kepada kalian ayat-ayat-Nya agar kalian mendapatkan petunjuk.”

Wallahu A’lam



BincangSyariah.Com dikelola oleh jaringan penulis dan tim redaksi yang butuh dukungan untuk bisa menulis secara rutin. Jika kamu merasa kehadiran Bincangsyariah bermanfaat, dukung kami dengan cara download aplikasi Sahabat Berkah. Klik di sini untuk download aplikasinya. Semoga berkah.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here