Ancaman Nabi Saw. Terhadap Penceramah yang Penuh Caci Maki

2
5777

BincangSyariah.Com – Belakangan banyak sekali ceramah-ceramah yang secara terang-terangan maupun tersirat mengandung ajakan untuk membenci atau memojokkan salah satu kelompok atau orang tertentu. Untuk alasan apapun, mencela orang lain, memojokkan atau bahkan membuat tuduhan-tuduhan palsu terhadap orang lain tidak dibenarkan dalam Islam. Lantas bagaimana jika yang melakukannya justru para pendakwah itu sendiri, yang kadangkala tidak mengerti tentang sebuah persoalan atau bahkan hanya mendengar berita bohong lalu mendakwahkannya?

Dalam perjalanan Isra’ Mi’raj, Rasulullah saw. dipertontonkan oleh Malaikat Jibril dengan banyak sekali peristiwa, salah satunya adalah sekelompok orang yang lidahnya di hari kiamat nanti akan dipotong dengan gunting yang terbuat dari api neraka. Berikut adalah riwayat yang dimaksud.

عَنْ أَنَسٍ ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَنَّهُ قَالَ : لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي رَأَيْتُ قَوْمًا تُقْرَضُ أَلْسِنَتُهُمْ بِمَقَارِضَ مِنْ نَارٍ ، أَوْ قَالَ : مِنْ حَدِيدٍ ، قُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ يَا جِبْرِيلُ ؟ قَالَ : خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ.

Dari Anas, Nabi Muhammad saw. bersabda: “Pada malam di mana aku diperjalankan (isra’) aku melihat suatu kaum yang lisan mereka dipotong dengan gunting yang berasal dari api neraka, -atau dari besi- kemudian aku bertanya kepada Malaikat Jibril: ‘siapakah mereka wahai Jibril?’ ‘Mereka adalah para pendakwah dari umatmu’, jawab Jibril.”

Hadis di atas diriwayatkan dalam banyak tempat, seperti Musnad Abu Ya’la, al-Mu’jam al-Ausath, Tahdzib al-Atsar, Dalail al-Nubuwwah, dan Mu’jam al-Syuyukh. Mayoritas hadis ini diriwayatkan melalui jalur Anas bin Malik, namun di beberapa tempat dijumpai bahwa Abu Hurairah juga meriwayatkannya.

Secara kualitas hadis ini dianggap sahih, pernyataan ini disimpulkan dari keterangan Husein Salim Asad dalam Musnad Abu Ya’la yang menyebut bahwa seluruh rawi yang ada dalam riwayat di atas adalah perawi-perawi sahih. Itu artinya jalur periwayatannya sahih.

Baca Juga :  Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama

Terkait makna hadis di atas disebutkan dalam Fathul Bari: Syarh Shahih al-Bukhari, bahwa yang dimaksud dengan pendakwah dalam riwayat tersebut adalah khuthaba’ al-fitnah yaitu para pendakwah yang gemar memfitnah, yang gemar menyebarkan berita-berita bohong, adu domba, dan menyebabkan kerusuhan dan kegaduhan.

Dalam keterangan lain tidak hanya lidah mereka saja yang dipotong, melainkan juga syafahah (bibir) mereka. Artinya seluruh bagian mulut mereka akan disiksa, tentu saja jika yang didakwahkan tidak mengandung kebaikan, atau yang hanya mengatasnamakan kebaikan untuk tujuan fitnah. Keterangan berikutnya dalam Fathul Bari adalah manakala mulut mereka telah dipotong-potong, ia dikembalikan lagi ke bentuk semula dan kemudian dipotong kembali.

Vision/penglihatan masa depan Nabi saw. tentang umatnya yang dicap sebagai khutaba’ al-fitnah di atas merupakan ancaman serius bagi para pendakwah agar berhati-hati dalam menyampaikan dakwahnya, dalam mengatasnamakan agama Islam yang diemban oleh Rasulullah saw.

Hampir semua pesan-pesan keagamaan dalam agama Islam mengajarkan kebaikan. Tidak untuk saling memfitnah atau pun membenci. Islam melarang fitnah, adu domba, iri hati, dengki, sombong dan semua hal-hal buruk lainnya. Sebaliknya, Islam mengajarkan pemeluknya saling menasihati dalam kebaikan, untuk saling mendamaikan antara satu dengan yang lain, dan semua bentuk kebaikan lainnya.

Pada akhirnya benarlah apa yang dikatakan oleh Ibnul Qayyim al-Jauziyyah terkait hal agama Islam dalam kitabnya Madarij al-Salikin,

الدين كله خلق فمن زاد عليك في الخلق زاد عليك في الدين

Agama Islam seluruhnya adalah akhlak, maka barang siapa yang membuatmu semakin berakhlak, sesungguhnya ia telah membuatmu semakin beragama.” Semakin berakhlak seorang pendakwah, maka semakin dia mencerminkan agama Islam yang sesungguhnya, dan semakin amoral seorang pendakwah semakin jauh dia mencerminkan agama Islam.

Baca Juga :  Benarkah Bahasa Arab Bahasa Surga?

Wallahu a’lam.

2 KOMENTAR

  1. Menurut pendapat saya yg awam orang yg melakukan hasutan terhadap suatu kaum atau kelompok tertentu bukanlah sedang berceramah apalagi berdakwah melainkan.sedang melakukan yg disebut agitasi atau menjelek jelekkan orang hampir sama dg kempanye namun ada bedanya…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here