Ancaman Dosa Enggan Zakat Karena Pelit

0
256

BincangSyariah.Com – Zakat merupakan ibadah yang sangat penting. Ia menduduki peringkat ketiga dalam daftar rukun islam sesudah syahadat dan salat. Begitu pentingnya ibadah zakat, sampai di dalam Alquran, zakat seringkali disandingkan penyebutannya dengan salat. Setidaknya, Aquran menyebut kata zakat sebanyak 32 kali.

Begitu pentingnya ibadah zakat ini bisa dipahami karena zakat bukan hanya menjadi ibadah yang memiliki hubungan dengan Allah, namun juga dengan sesama manusia. Dengan berzakat, setidaknya kita bisa memberikan manfaat bagi saudara-saudara kita yang berkekurangan.

Meski demikian, khususnya di negeri ini, masih ada banyak sekali saudara-saudara kita yang belum tergerak untuk melaksanakan ibadah zakat ini. Bisa jadi karena belum faham dengan kriterianya, bingung hendak menyalurkan kemana dan ada juga yang enggan berzakat karena pelit.

Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Bugha, dalam kitab Al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzhab al-Imam al-Syâfi’i (Surabaya: Al-Fithrah, 2000; j. 2 h. 14) menjelaskan ada dua jenis keengganan dalam berzakat yang menuai konsekuensi hukum berbeda.

Pertama, orang yang enggan berzakat sebagai bentuk pembangkangan terhadap syariat Allah. Orang semacam ini dihukumi sebagai kafir, sebagaimana kita menghukumi kafir terhadap orang yang membangkang tentang kewajiban salat, keharaman zina, dan lainnya. Bukti hal ini bisa kita lihat dalam sejarah dimana Khalifah Sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq pernah memerangi sekelompok orang yang enggan membayar zakat sebagai bentuk pembangkangan.

Kedua, orang yang enggan berzakat dengan alasan pelit. Maka konsekuensi hukum orang semacam itu ialah:

وأما من منع الزكاة، وهو معتقد بوجوبها ومقر بفرضيتها، فهو فاسق آثم يناله شديد العقاب في الآخرة

“Orang yang enggan zakat, dimana dia meyakini akan kewajibannya serta mengakui kefardluannya, maka dia dihukumi sebagai orang fasik, berdosa, dan akan mendapatkan ancaman siksa kelak di akhirat”

Putusan hukum tersebut ditetapkan oleh para ulama dengan mempertimbangkan ayat dibawah ini:

وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu”. (QS. At-Taubah: 34-35)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here