Orang Tua Berwasiat tentang Perjodohan, Bolehkah Anak Tidak Mematuhinya?

1
1855

BincangSyariah.Com – Sebagian orang tua, terkadang ada yang mewasiatkan pada anaknya agar bersedia menikah atau menikahi seseorang. Namun terkadang anaknya menjadi dilema antara mematuhi wasiat orang tuanya atau mengikuti kata hatinya. Pasalnya, anak tersebut tidak menyukai seseorang yang diwasiatkan oleh orang tuanya untuk dinikahi. Dalam keadaan demikian, bolehkah anak tersebut tidak mematuhi wasiat orang tuanya?

Pada dasarnya, mematuhi wasiat orang yang meninggal, apalagi orang tua, hukumnya adalah wajib dalam Islam. Ketika orang tua mewasiatkan sesuatu pada anaknya, selama sesuatu yang diwasiatkan tersebut bukan perbuatan maksiat kepada Allah, maka anak wajib mengusahakan untuk mematuhi dan melaksanakan wasiat orang tuanya. (Doa Orangtua untuk Anak yang Hendak Menikah)

Bahkan mematuhi dan melaksanakan wasiat orang tua termasuk bagian dari perbuatan berbakti kepadanya. Hal ini sebagaimana dikisahkan dalam hadis riwayat Abu Daud dari Abi Usaid Malik bin Rabiah, dia berkata;

بَيْنَا نَحْنُ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا جَاءَهُ رَجُلٌ مِنْ بَنِى سَلِمَةَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ هَلْ بَقِىَ مِنْ بِرِّ أَبَوَىَّ شَىْءٌ أَبَرُّهُمَا بِهِ بَعْدَ مَوْتِهِمَا قَالَ  نَعَمِ الصَّلاَةُ عَلَيْهِمَا وَالاِسْتِغْفَارُ لَهُمَا وَإِنْفَاذُ عَهْدِهِمَا مِنْ بَعْدِهِمَا وَصِلَةُ الرَّحِمِ الَّتِى لاَ تُوصَلُ إِلاَّ بِهِمَا وَإِكْرَامُ صَدِيقِهِمَا

Suatu saat kami pernah berada di sisi Rasulullah Saw, tiba-tiba datang seseorang dari Bani Salimah, ia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah masih ada bentuk berbakti kepada kedua orang tuaku ketika mereka telah meninggal dunia?” Rasulullah Saw menjawab, “Iya, dengan cara mendoakan keduanya, meminta ampun untuk keduanya, memenuhi janji mereka setelah meninggal dunia, menjalin hubungan silaturahim (kekerabatan) dengan keluarga kedua orang tua yang tidak pernah terjalin dan memuliakan teman dekat keduanya.

Baca Juga :  Baca Tiga Doa dalam Al-Qur'an Agar Enteng Jodoh

Namun demikian, menurut Syaikh Taqiyuddin, jika orang tua berwasiat kepada anaknya untuk menikahi seseorang, sementara anaknya tidak setuju dan tidak menyukai orang tersebut, maka anaknya boleh tidak mematuhi wasiat orang tuanya. Hal ini karena orang tua tidak boleh memaksakan anak untuk menikahi orang yang dia tidak sukai. Dan jika anaknya tidak mematuhinya, maka anaknya tidak bisa disebut anak durhaka.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Adab Al-Syar’iyyah berikut;

ليس للوالدين إلزام الولد بنكاح من لا يريد قال الشيخ تقي الدين رحمه الله تعالى أنه ليس لأحد الأبوين أن يلزم الولد بنكاح من لا يريد وإنه إذا امتنع لا يكون عاقا

Tidak boleh bagi orang tua memaksa anaknya untuk menikahi orang yang dia tidak sukai. Syaikh Taqiyuddin berkata; ‘Tidak boleh bagi orang tua memaksa anaknya untuk menikahi orang yang tidak disukai, dan jika anaknya menolak, maka ia tidak bisa disebut durhaka.

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here