Apakah Anak Susuan Mendapatkan Warisan?

0
77

BincangSyariah.Com – Di antara perkara yang ditanyakan oleh sebagian masyarakat adalah mengenai hak waris anak susuan. Apakah anak susuan mendapatkan warisan sebagaimana anak kandung karena sudah terjadi kemahraman? (Baca: Bagaimana Status Anak dari Hasil Nikah dengan Istri Persusuan?)

Meski antara anak susuan sudah terjadi kemahraman dengan perempuan yang menyusuinya, namun anak susuan tidak berhak mendapatkan warisan, baik dari perempuan yang menyusuinya atau dari keluarga perempuan tersebut. Ketidakberhakan anak susuan mendapatkan warisan ini sebab hubungan anak susuan dengan perempuan yang menyusuinya hanya sebatas hubungan mahram, bukan hubungan nasab.

Dalam masalah waris, ketidakberhakan anak susuan mendapatkan warisan ini dikatakan oleh Imam Nawawi dalam kitab Syarh Muslim berikut;

وأجمعت الأمة على ثبوتها (الحرمة) بين الرضيع والمرضعة وأنه يصير ابنها يحرم عليه نكاحها أبدا ويحل له النظر اليها والخلوة بها والمسافرة ولا يترتب عليه أحكام الأمومة من كل وجه فلا يتوارثان ولا يجب على واحد منهما نفقة الآخر ولا يعتق عليه بالملك ولا ترد شهادته له.. فهما كالأجنبيين في هذه الأحكام

Umat ini telah sepakat atas kemahraman antara yang menyusui dan yang disusui, dan ia menjadi anaknya yang haram dinikahi selamanya, dan ia boleh melihat kepadanya (auratnya) dan berkhalwat dengannya serta bepergian bersamanya. Dan tidak semua hukum per-ibu-an berlaku (akibat susuan), seperti bahwa ia tidak mewarisi satu sama lain, dan tidak wajib saling menafkahi, dan tidak membebaskan perbudakannya, dan juga tidak tertolak kesaksian keduanya untuk satu sama lain..Mereka dalam hukum-hukum ini sama seperti dua orang asing.

Dalam kitab Al-Bujairimi ‘ala Al-Khatib juga disebutkan sebagai berikut;

وسبب تحريم الرضاع أن اللبن جزء المرضعة وقد صار من أجزاء الرضيع فأشبه منيها في النسب .ويؤثر في تحريم النكاح ابتداء ودواما وجواز النظر والخلوة ، وعدم نقض الطهارة باللمس دون سائر أحكام النسب ، كالميراث والنفقة والعتق للملك وسقوط القصاص ورد الشهادة ونحو ذلك

Baca Juga :  Siapa yang Lebih Berhak Menjadi Imam, Ahli Fikih atau Hafiz Al-Qur'an

Sebab kemaharaman susuan adalah karena susu merupakan bagian dari perempuan yang menyusui dan ia telah menjadi bagian dari anak yang disusui sehingga hal itu menyerupai mani dalam nasab. Susuan berakibat keharaman menikah selamanya, kebolehan melihat dan berkhalwat, dan tidak batal wudhu ketika bersentuhan namun tidak semua hukum nasab berlaku, seperti hak waris, memerdekakan budak, tidak diqishah dan tertolaknya kesaksian serta lain sebagainya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here