Anak Pelit, Bolehkah Orang Tua Mengambil Uang Anaknya?

3
1659

BincangSyariah.Com – Orang tua ketika telah beranjak tua merupakan tanggung jawab anak. Sebagaimana orang tua menjaga dan memenuhi kebutuhan sang anak maka anak pun wajib melakukan hal tersebut kepada mereka. Namun bagaimana jika sang anak pelit dan enggan memenuhi kebutuhan orang tua, bolehkah mereka mengambil uang anaknya tanpa izin?

عن عائشة عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه قال ولد الرجل من كسبه من أطيب كسبه فكلوا من أموالهم

Dari Aisyah dari Nabi Saw, beliau bersabda, “Anak seseorang itu termasuk jerih payah orang tersebut bahkan termasuk jerih payahnya yang paling bernilai, maka makanlah sebagian harta anak.” (HR. Abu Daud)

Hadis ini juga diriwayatkan oleh Imam Tirmizi. Ia juga menjelaskan bahwa para ahli ilmu dari sahabat sepakat bahwa orang tua berhak atas harta sang anak,  sebagian sahabat membatasi bahwa orang tua boleh mengambil hanya sesuai kebutuhan saja namun lainnya berpendapat bahwa orang tua boleh-boleh saja mengambil harta anak sesukanya. Sebagaimana dikatakan dalam hadis berikut

عن جابر وعبد الله بن عمرو أن رجلا قال : يا رسول الله إن لي مالا وولدا وإن أبي يريد أن يجتاح مالي فقال : أنت ، ومالك لأبيك

Dari Jabir dan Abdullah bin Amru, sesungguhnya seorang laki-laki berkata kepada Rasul, “Wahai Rasulullah sesungguhnya aku memiliki harta dan anak, dan orang tuaku ingin mengambil habis hartaku.” Rasulullah bersabda, “Engkau dan semua hartamu adalah milik ayahmu.” (HR. Ibnu Majah)

Berdasarkan banyaknya riwayat di atas yang mengatakan bahwa orang tua berhak atas harta anaknya maka Imam Mubarakfuri mengutip pendapat Imam Syaikani berkata

وبمجموع هذه الطرق ينتهض للاحتجاج . فيدل على أن الرجل مشارك لولده في ماله فيجوز له الأكل منه سواء أذن الولد ، أو لم يأذن ، ويجوز له أيضا أن يتصرف به كما يتصرف بماله ما لم يكن ذلك على وجه السرف والسفه ، وقد حكى في البحر الإجماع على أنه يجب على الولد الموسر مؤنة الأبوين المعسرين

Baca Juga :  Mengenal Lebih Dalam Makna Sunah (1)

Dan dengan banyaknya jalur periwayatan ini bisa digunakan sebagai landasan hujjah dan menunjukkan bahwa seorang laki-laki berhak dalam harta anaknya. Ia boleh memakan hartanya baik sang anak mengizinkan atau tidak. Orang tua juga boleh mengelola harta sang anak selama tidak dilakukan dengan boros dan tanpa perencanaan.

Perlu diingat, selama orang tua memiliki kemampuan memenuhi kebutuhannya sendiri, umumnya orang tua tidak menginginkan harta anak. Tapi jika orang tua dalam keadaan ekonomi yang sulit, jelas Imam Mubarakfuri, maka dengan mempertimbangkan pendapat ulama dan riwayat di atas maka seorang anak wajib hukumnya untuk memenuhi kebutuhan kedua orang tua yang kesusahan.

3 KOMENTAR

  1. Kalau orang tua kaya raya tapi suka mengambil (mencuri) harta anaknya dan memiliki kebiasaan klepto apa hukum nya? Bagaimana menyadarkan ibu saya yang suka mencuri

  2. Bagaiman jika seorang anak (permpuan) ia mempunyai usaha kecil kecilan bersama suami,tapi ibu dari anak permpuan ini selalu mencuri uang yang ada didalam kotak uang sang anak…

    Apa hukum nya???

    Apa ibu itu berdosa??

    Padahal makan dan pakaiaan ,ruamh tempat tidur sudah di penuhi oleh anak perempuan..???

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here