Apakah Anak Hasil Zina Bisa Disebut Anak Yatim?

1
2117

BincangSyariah.Com – Menurut kebanyakan ulama, anak hasil zina tidak memiliki nasab pada ayahnya. Ia hanya bernasab pada ibunya. Dalam kondisi seperti ini, ia memiliki kemiripin dengan anak yatim yang sama-sama tidak memiliki ayah kandung. Dalam Islam, apakah anak hasil zina bisa disebut sebagai anak yatim?

Menurut para ulama, anak hasil zina tidak bisa disebut anak yatim dan tidak termasuk bagian dari anak yatim. Meski anak hasil zina secara syara’ tidak memiliki ayah, namun itu disebabkan bukan karena ayah kandungnya mati, tapi karena tidak memiliki ikatan nasab yang sah dengan ayahnya. Sementara di antara syarat anak kecil disebut anak yatim adalah karena ditinggal mati oleh ayahnya kandungnya. (Sampai Usia Berapakah Seseorang Anak yang Ditinggal Ayahnya Disebut Yatim?)

Imam Syarbini mengatakan bahwa anak hasil zina disamakan dengan anak temuan dan anak yang tidak diakui oleh ayahnya dengan cara sumpah li’an. Anak hasil zina, anak temuan, dan anak yang tidak diakui ayahnya dengan cara sumpah li’an tidak termasuk bagian dari anak yatim meski mereka tidak memiliki ayah.

Ini sebagaimana disebutkan oleh Imam Al-Syarbini dalam kitab Al-Iqna’ berikut;

ويندرج في تفسيرهم اليتيم ولد الزنا واللقيط والمنفي بلعان ولا يسمون أيتاما لأن ولد الزنا لا أب له شرعا فلا يوصف باليتيم

Masuk dalam penafsiaran kata yatim adalah anak hasil zina, anak temuan, dan anak yang tidak diakui ayahnya dengan cara sumpah li’an. Mereka tidak disebut sebagai anak-anak yatim, karena anak hasil zina tidak memiliki ayah hanya secara syara’ sehingga tidak bisa disifati dengan yatim.

Meski anak hasil zina tidak disebut anak yatim, namun dia memiliki hak dan kewajiban sama dengan anak yatim. Dia wajib disantuni, mendapatkan bagian dari harta ghanimah dan lain sebagainya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Al-Bujairimi ala Al-Khatib berikut;

Baca Juga :  Bagi Setiap Muslim, Ini Dua Hal yang Perlu Dijaga Menurut Ulama

واللقيط قد يظهر أبوه والمنفي باللعان قد يستلحقه نافيه ولكن القياس أنهم يعطون من سهم اليتامى

Anak temuan terkadang muncul ayahnya, anak yang tidak diakui ayahnya dengan sumpah li’an terkadang masih diakui kembali. Akan tetapi secara qiyas, mereka diberikan bagian anak-anak yatim.

1 KOMENTAR

  1. Bagaimana klo wanita yg menikahi non muslim trus mempunyai ank?
    Apa status ank tersebut jika akhirnya ortunya bercerai?
    Dan bagaimana jika ank lebih suka tggl dengan ayahnya yg non muslim?
    Tolong Beri pencerahannya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here