Amal yang Pertama Kali Dihisab di Hari Kiamat

0
40342

BincangSyariah.Com- Apa yang telah kita lakukan di dunia ini akan dipertanggung jawabkan kelak di hari Kiamat. Semuanya dihisab/dihitung tanpa terkecuali. Lalu apa amal yang pertama kali dihisab di hari Kiamat?

Amal yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah shalat. Hal ini sebagaimana hadis riwayat Abu Hurairah r.a. sebagaimana berikut.

عَنْ اَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ العَبْدُ يَوْمَ القِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلاَتُهُ، فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ، وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ، قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنَ الفَرِيضَةِ، ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ. (رواه الترمذي)

Dari Abu Hurairah r.a. ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda, “Sesungguhnya amal yang seorang hamba yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya bagus, maka ia menang dan sukses. Dan jika shalatnya rusak, maka ia menyesal dan rugi. Maka jika ada yang kurang dari shalat fardunya, Tuhan Azza Wa jalla berfirman, “Lihatlah kalian, apakah hambaKu mempunyai (amal) shalat sunnah, maka itulah yang dapat menyempurnakan kekurangan fardhunya, kemudian semua amalnya (juga) seperti itu.” (HR. At-Timidzi).

Sementara di dalam hadis shahih lain disebutkan bahwa hal yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah tentang darah (pembunuhan/pertumpahan darah). Secara sepintas keduanya saling kontradiktif. Namun menurut imam Al-Iraqi di dalam kitabnya Syarah At-Tirmidzi menyebutkan bahwa keduanya tidak saling kontradiktif atau bertentangan satu dengan lainnya. Yakni hadis yang pertama (shalat adalah yang pertama kali dihisab) itu berkaitan dengan hak Allah swt. sedangkan hadis yang shahih (pertumpahan darah) itu berkaitan dengan hak adami/sesasama manusia.

Baca Juga :  Shalat Sendiri, Bolehkah Niat Berjamaah kepada Orang Lain?

Lalu mana yang pertama dihisab? Maka, hal ini adalah perkara yang hanya Allah swt. yang tahu. Namun secara dhahirnya menunjukkan bahwa yang pertama kali dihisab adalah masalah hak Allah swt. yakni shalat yang telah kita lakukan selama di dunia.

Hadis ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga shalat dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai ada shalat yang pernah kita tinggalkan dengan sengaja atau shalat yang kita lakukan dengan tidak sempurna. Karena amal yang pertama kali diminati pertanggung jawabannya adalah shalat.

Namun di dalam hadis ini juga menunjukkan betapa pentingnya shalat sunah. Yakni ia akan menjadi tambalan-tambalan ketidak sempurnaan shalat-shalat fardu yang telah kita lakukan.

Imam Al-Iraqi menerangkan bahwa maksud kekurangan shalat fardu yang dihisab kelak adalah masalah kekurangan dalam hal sunah-sunahnya shalat yang telah disyariatkan di dalam shalat (seperti sunah haiatnya shalat yakni membaca doa iftitah, surah Al-Qur’an, dan lain sebagainya), kekhusyuan, dzikir dan doa yang dibaca di dalam shalat. Di mana semua hal itu dapat menyempurnakan shalat fardu yang kita lakukan. Namun jika tidak kita lakukan, maka ia dapat lakukan di dalam shalat sunahnya.

Kemungkinan lainnya adalah maksud dari kekurangan di dalam shalat fardu adalah dalam hal fardu dan syarat-syarat shalat yang tidak sempurna dilakukan, atau ia tidak meninggalkan hal-hal yang difardukan, maka cara menggantinya adalah dengan shalat-shalat sunah.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa amal yang pertama kali dihisab di hari Kiamat adalah shalat. Yakni amal yang berhubungan antara kita dengan Allah swt. secara langsung. Oleh karena itu, sempurnakanlah shalat-shalat fardu kalian. Dan lakukan pula shalat-shalat sunnah lainnya, karena ia akan dapat menjadi penambal kekurangan-kekurangan shalat fardu kita. Begitu juga dengan amal-amal lainnya. Wa Allahu A’lam bis Shawab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here