Alwi Shihab: Nabi Muhammad itu Toleran pada Umat Kristen

0
861

BincangSyariah.Com – Belakangan ini tidak sedikit umat Muslim yang selalu mencurigai hal yang berbau simbol Kristen, seperti simbol salib. Misalnya, logo Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke-75 dikaitkan dengan simbol salib. Selain itu, ada juga Ustadz Zainal Abidin yang mengaitkan lagu naik ke puncak gunung dengan simbol salib. Ini seakan sebagian umat Muslim itu pobia terhadap simbol-simbol umat Kristen.

Padahal Nabi Muhammad itu sejak dahulu toleran terhadap umat Kristen dan tidak menaruh sikap curiga terhadap mereka. Ini di antaranya dijelaskan oleh Alwi Shihab dalam Channel YouTube Warganegara.

Menurut Alwi Shihab, semua agama itu pada dasarnya tidak ada yang mengajarkan permusuhan. Setiap umat beragama yang saling bermusuhan, kata adik Quraish Shihab ini, itu memang dijerumuskan setan.

Menteri Luar Negeri di era Presiden Abdurrahman Wahid ini menjelaskan, sejak 14 abad yang lalu Al-Qur’an telah menjelaskan bahwa Tuhan sebenarnya bisa saja menciptakan manusia satu aliran, satu agama, satu kelompok, tetapi Allah Swt. memilih untuk menguji mereka.

Mereka akan diuji sampai mana dia committed pada ajaran-ajaran, metode, dan alirannya.

Menurutnya, semua agama yang ada di dunia ini tidak ada yang mengajarkan permusuhan.

“Kalau seandainya kita semua yang beraneka ragam agama dan aliran, bisa berpegang teguh kepada ajaran-ajaran kita, maka itu adalah suatu jalan untuk kita mengurangi konflik-konflik kita di dunia ini,” jelas mantan politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Konflik itu bisa dikurangi di antaranya dengan tidak menanam rasa curiga antara sesama pemeluk agama atau pemeluk agama yang berbeda.

Terkait hal ini, paman Najwa Shihab ini menjelaskan bahwa Nabi pun tidak pernah menaruh rasa curiga terhadap Ahli Kitab, khususnya umat Kristen.

Baca Juga :  Penyebab Cacatnya Amal Ibadah

Menurut Alwi Shihab, dalam catatan sejarah Ahlul kitab itu dekat dengan umat Islam.

“Kita bisa mengingat betapa suatu kekuatan Persia melawan kekuatan Romawi yang Kristen. Umat Islam di Mekah waktu itu sangat menginginkan dan mengharapkan kelompok Romawi Kristen ini yang bisa memenangkan peperangan. Peperangan yang berlangsung kurang lebih 700 tahun pada masa Nabi” jelas Alwi Shihab.

“Ada satu peperangan yang diabadikan di dalam Al-Qur’an dan di situ umat Islam merasa kecewa karena kekuatan Persia-lah yang menang. Tetapi Al-Qur’an memberikan ketenangan kepada umat Islam. Jangan kuatir Ahlul Kitab, kelompok Kristen setelah beberapa tahun akan memenangkan pertempuran atau peperangan antara mereka yang akan terjadi sekitar beberapa tahun kemudian,” lanjut pria yang kini berusia 74 tahun itu.

Kisah yang dimaksud Alwi Shihab tersebut tercatat dalam Al-Qur’an, surah al-Rum ayat 2-3.

Tidak hanya itu, menurut Alwi Shihab, Nabi Muhammad juga pernah menjalin hubungan baik dengan Kristen Mesir.

“Rasulullah saw. menulis surat sebagaimana halnya dia menulis surat kepada tokoh-tokoh, penguasa-penguasa di sekeliling Arabia. Dia menulis kepada Muqauqis yaitu tokoh Koptik di Mesir, di Alexandria, suratnya diterima dengan baik dan beliau, tokoh Kristen ini, menjawab surat dengan surat yang sangat menyenangkan. Bahkan mengirim hadiah-hadiah kepada Nabi, antara lain emas, mengirim pakaian sutra, mengirim kuda dan di samping itu mengirim dua perempuan yang tadinya sebagai tawanan, yaitu Maria dan Sirin. Maria akhirnya menikah dengan Rasulullah saw., setelah Maria memeluk agama Islam. Sirin juga nikah dengan seorang sahabat Nabi,” jelas Alwi Shihab.

Selain itu, menurut Alwi Shihab, Nabi juga pernah memperkenankan Kristen Najran untuk bersembahyang di Masjid Nabawi.

Baca Juga :  Cara Merawat Bagian Tubuh yang Diamputasi

Inilah beberapa bukti bahwa Nabi Muhammad saw. itu sangat toleran dan tidak menaruh rasa curiga terhadap Ahlul Kitab.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here