Alwi Shihab: Kalau Hijrah, Hindari Fanatisme

0
12

BincangSyariah.Com – Tidak jarang kita menemui orang-orang yang baru belajar agama atau berhijrah, tapi sudah sering menyalahkan orang lain. Padahal belum tentu, apa yang ia salahkan itu keliru dalam agama. Bisa jadi, orang yang baru berhijrah tersebut belum tahu apa argumen orang yang dianggapnya keliru dalam menjalankan ajaran agama tertentu. Oleh karena itu, cendekiawan Muslim, Alwi Shihab, dalam Podcast Warganegara mejelaskan pentingnya kita hindari fanatisme.

Menurut Alwi Shihab, fanatisme adalah sikap dogmatis atau sikap yang melebihi porsi yang sebenarnya. Selain itu, menurut Alwi Shihab, fanatisme juga membuat seseorang tidak terbuka terhadap orang lain. Fanatisme juga sangat berbahaya.

Alwi Shihab membedakan antara sikap fanatik dengan teguh. Kita boleh memiliki keyakinan bahwa agama kita yang paling baik. Akan tetapi, kita tidak boleh menuding agama orang lain salah.

Menurut adik Quraish Shihab ini, kebenaran hakiki dan yang paling berhak menganggap sesat dan salah seseorang hanyalah Allah. “Kalian semua yang berbeda pendapat ini akan kembali pada Allah, dan Allah lah nanti yang akan menyatakan siapa di antara kalian yang benar dalam hal-hal yang kalian pertikaikan,” jelas Alwi Shihab mengutip surah al-Maidah ayat 48.

Paman Najwa Shihab juga mengutip surah al-Baqarah ayat 143. “Kami telah jadikan kamu, wahai umat Islam, sebagai umat yang berada di tengah, umat yang benar. Ini supaya kamu bisa menjadi saksi bagi orang-orang di sekelilingmu.”

Menurut Alwi Shihab, maksud menjadi saksi dalam ayat tersebut itu kita harus selalu berada di tengah, tidak berpihak, dan tidak fanatik.

Untuk menghadapi teman yang fanatik, Alwi Shihab menganjurkan kita perbanyak bertukar pikiran. Selain itu, Alwi Shihab juga menganjurkan kita saling membuka wawasan satu sama lain. Kerugian memiliki sikap fanatisme di antaranya merusak hubungan persaudaraan. Tentu ini merugikan satu sama lain antara mereka yang sudah saling kenal sejak lama.

Baca Juga :  Ini Cara Agar Kita Tetap Bersyukur Melihat Orang Lain Lebih Kaya

“Jika kita mendengar pendapat orang lain, mungkin saja kita akan mendapatkan ilmu tambahan, sehingga kita tidak dianggap orang yang rigid atau kaku di dalam pergaulan,” jelas mantan Menter Luar Negeri era Gus Dur.

“Seorang yang fanatik ini biasanya ia merasa dirinya yang paling benar, dan menganggap orang lain keliru. Dan ini tidak dianjurkan oleh agama kita,” pungkas cendikiawan Muslim berdarah Arab ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here