Allah Mengecam yang Mengolok-Olok Rasulullah, Tapi…?

0
1827

BincangSyariah.Com – Dalam kitab tafsir ternama Ma’alimut Tanzil karya Imam Husain bin Mas’ud Al-Baghawi, ada sebuah riwayat yang diriwayatkan oleh ulama terkemuka dari generasi Tabi’in, yaitu Imam Qatadah, Imam Muqatil dan lainnya. Mereka menyatakan;

Suatu ketika Nabi melakukan perjalanan untuk sebuah Perang di daerah Tabouk. Di dalam rombongannya, ada tiga orang munafik; dua orang di antaranya sedang mengolok-olok Al-Quran dan Rasulullah, sementara yang satunya tertawa atasnya.

Konon, mereka berkata; “Sungguh Muhammad itu meyakini bahwa ia mampu mengalahkan Imperium Romawi dan menaklukkan kota-kotanya, sungguh jauh dan tinggi sekali angan-angannya.”

Konon, mereka juga mengatakan; “Sungguh Muhammad itu meyakini bahwa Al Qur’an itu turun kepada teman-teman kita penduduk Madinah, padahal (Al Quran) itu kan merupakan hanya omongan dan kata-katanya saja.”

Kemudian, Allah ta’ala menampakkan hal demikian kepada Nabi-Nya. Lantas, Nabi memerintahkan rombongannya untuk berhenti, dan beliau pun memanggil ketiga orang tersebut.

Dan, Nabi pun berkata kepada Mereka: “Apakah kalian telah mengatakan begini dan begini?”

Mereka menjawab; “Kami hanya bersenda-gurau dan main-main saja, sebagaimana umumnya sekelompok orang berkuda yg mengisi perjalanannya (agar tidak jenuh) dengan ngobrol-ngobrol, sendagurau dan main-main.”

Lalu turunlah ayat,

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ قُلْ أَبِاللَّهِ وَآيَاتِهِ وَرَسُولِهِ كُنتُمْ تَسْتَهْزِؤُونَ *** لاَ تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ إِن نَّعْفُ عَن طَائِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَائِفَةً بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

Katakanlah, Mengapa kepada Allah, dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak perlu kamu meminta maaf, karena kamu telah kafir setelah beriman. Jika Kami memaafkan sebagian dari kamu (karena telah tobat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) karena sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang (selalu) berbuat dosa.” (Q.S. At Taubah: 65-66)

Baca Juga :  Rasulullah dan Para Sahabat Sujud Syukur pada Empat Hal Ini

Beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kisah turunnya ayat 65-66 surah At-Taubah tersebut adalah,

pertama, mengolok-olok, mengejek dan merendahkan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya adalah perbuatan kufur dan dosa.

Kedua, pelakunya seyogyanya segera bertaubat, dan tidak mengulanginya. Apabila ia enggan dan malah merasa benar sehingga meneruskan hal itu, maka ia berdosa dan dianggap kriminal yang layak dihukum.

Ketiga, membaca kisah di atas, Allah yang memberitahu langsungNabi bahwa perilaku ketiga orang itu berstatus menghina dan merendahkan. Kemudian, Nabi hanya mengikuti perintah yang difirmankan Allah ta’ala.

Keempat, lalu bagaimana dgn masa sekarang? Sudah tidak ada Nabi, dan juga tidak ada wahyu yang memberi tahu ? Bagaimana praktiknya di zaman sekarang?

Namun, Apa Standar Mengolok-Olok Itu ?

Soal standar dan kriteria bahwa ini dan itu “menghina” atau tidak, “mengolok-olok” atau tidak, dan seterusnya adalah subyektifitas ijtihad (pendapat subyektif). Rentan sekali dengan saling klaim. Persepsi adanya “like” dan “dislike” secara personal ataupun ormas/aliran sangat mungkin ada. Sehingga dapat mengakibatkan gaduh dan saling ‘tikam’ di antara umat Islam.

Oleh karena itu, yang terbaik adalah umat Islam itu sebaiknya adalah duduk bersama dengan mengamalkan;

وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡا۟ بِٱلصَّبۡرِ …

“Serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran.” (Q.S. Al ‘Ashr: 3)

Berbaiksangkalah, bahwa seorang muslim itu mengimani dan mencintai Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya. Ia mengharap pahala dan surga-Nya. Ia senantiasa bershalawat atas Rasul-Nya, dengan harapan besar mendapatkan curahan syafaatnya di akhirat kelak, dan diajak serta bersama-sama memasuki syurganya Allah ta’ala,

اللهم ارنا الحق حقا وارزقنا اتباعه وارنا الباطل باطلا وارزقنا اجتنابه. سبحانك لا علم لنا إلا ما علمتنا إنك انت العليم الحكيم

Baca Juga :  Doa Masuk dan Keluar Masjid Kenapa Berbeda? Ini Pandangan Syekh Nawawi Banten

Ya Allah, tunjukkanlah kepada kami bahwa yang benar itu memang benar, dan karuniakanlah kami untuk mengikutinya. Ya Allah tunjukkanlah pada kami bahwa yang batil itu memang batil, dan karuniakanlah kami kemampuan untuk menjauhinya. Maha Suci Engkau, kami tidak mengetahui apapun kecuali yang Engkau ajarkan pada kami. Sesungguhnya Engkau Yang Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here